TYM

TYM
BERKATNYA MELIMPAH

Selasa, 03 Maret 2020

KUASA DOA

“Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, ya Tuhan.”
Ester 4:10a.10c-12.17-19
4:10a Di kala bahaya maut menyerang, Ratu Ester berlindung pada Tuhan. 10c Ia mohon kepada Tuhan, Allah Israel, katanya, 
4:11 “Ya Tuhan, Raja kami, Engkaulah yang tunggal. Tolonglah aku yang seorang diri ini. Padaku tidak ada seorang penolong selain Engkau, sebab bahaya maut mendekati diriku. 
4:12 Sejak masa kecilku telah kudengar dalam keluarga bapaku bahwa Engkau, ya Tuhan, telah memilih Israel dari antara sekalian bangsa, dan nenek moyang kami telah Kaupilih dari antara sekalian leluhurnya, supaya mereka menjadi milik abadi bagi-Mu; dan telah Kaulaksanakan bagi mereka apa yang telah kaujanjikan.
4:17 Ingatlah, ya Tuhan, dan sudilah menampakkan diri-Mu di waktu kesesakan kami. Berikanlah kepadaku keberanian, ya Raja para allah dan Penguasa sekalian kuasa! 
4:18 Taruhlah perkataan sedap di dalam mulutku terhadap singa itu, dan ubahlah hatinya sehingga menjadi benci kepada orang-orang yang memerangi kami, supaya orang itu serta semua yang sehaluan dengannya menemui ajalnya. 
4:19 Tetapi selamatkanlah kami ini dengan tangan-Mu, dan tolonglah aku yang seorang diri ini, yang tidak mempunyai seorang pun selain Engkau, ya Tuhan.”
======
Ada seorang sahabat yang merasa bahagia dan puas karena doanya terkabul. Ia bercerita bahwa  setiap hari ia mendoakan seorang sahabatnya di kantor yang selalu bikin pusing banyak orang. Dia butuh waktu yang cukup lama supaya sahabatnya itu berubah menjadi baik karena ia memiliki potensi yang besar di kantor. Sahabatku ini pernah merasa lelah tetapi tetap berani untuk mendoakannya. Akhirnya pada suatu hari sahabatnya itu berubah, dan perubahannya radikal. Ia tadinya kelihatan pasif mulai berubah menjadi aktif dan menunjukkan semangat kebersamaan. Tadinya banyak orang tidak menyukainya, sekarang mereka  berpaling kepadanya. Doa memiliki kuasa untuk mengubah hati orang. Asal saja si pendoa itu memiliki iman, semua akan beres.
Kadang-kadang kita memaksa Tuhan untuk mengabulkan doa-doa kita. Kita mau ini dan itu tetapi Tuhan tidak cepat menjawabinya. Dengan situasi seperti ini orang berpikir bahwa Tuhan sudah jauh dan tidak mengingat lagi. Padahal sebenarnya Tuhan itu memperhatikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita minta. Kita boleh meminta tetapi mungkin kita tidak butuh saat ini. Itu sebabnya Tuhan memberi apa yang kita butuhkan bagi hidup kita.
Bacaan-bacaan liturgi pada hari ini membantu kita untuk memahami kuasa sebuah doa. Ester dalam bacaan pertama mengingatkan kita bahwa kalau kita berdoa butuh iman kepada Tuhan. Tanpa iman kepada Tuhan maka sia-sialah doa kita. Ester seorang gadis Yahudi berdoa: “Ya Tuhan, Raja kami, Engkaulah yang tunggal. Tolonglah aku yang seorang diri ini”. Bagi Ester, iman itu berhubungan langsung dengan sejarah keselamatan: “Sejak masa kecilku telah kudengar dalam keluarga bapaku bahwa Engkau ya Tuhan telah memilih Israel dari antara sekalian bangsa, dan nenek moyang kami telah Kaupilih dari antara sekalian leluhurnya, supaya mereka menjadi milik abadi bagiMu.” Kita juga diingatkan bahwa doa baik pribadi mau pun kelompok memiliki kuasa tersendiri. Setiap pribadi atau kelompok mempersembahkan permohonan dan juga ucapan syukurnya kepada Tuhan. Ester berdoa: “Datanglah penolongku”. “Ingatlah kami”

MCK = MINTA CARI KETOK

Apakah yang membuat permohonan doa kita dijawab? Kesungguhan kita berdoakah, atau kebaikan Allah yang ingin memberikan yang terbaik untuk kita? Tuhan Yesus mengajar kita bahwa keduanya tidak bertentangan tetapi saling menunjang. Kita berdoa dengan penuh kesungguhan bukan karena Allah perlu “dipaksa” oleh klaim-klaim kita, tetapi karena kita percaya Allah baik adanya.
Tuhan Yesus menegaskan kesungguhan dan ketekunan berjalan seiring dengan keyakinan bahwa doa kita disambut oleh Bapa Surgawi yang baik. Ia melukiskan hal berdoa itu dengan tiga kata kerja: minta, cari, ketok (ayat 7). Melalui ketiga kata kerja itu Ia menegaskan dua hal penting tentang doa. Pertama, posisi pendoa ada dalam posisi orang yang berkebutuhan sedangkan Tuhan dalam posisi penjawab dan pemenuh kebutuhan. Dalam posisi demikian, yang menentukan bukan pendoa tetapi sang Penjawab doa.
Kedua, ketiga kata kerja itu menekankan keserasian antara kegiatan berdoa dan sikap bersungguh serta bertekun dalam doa. Kesungguhan dan ketekunan berdoa itu lahir dari keyakinan bahwa Allah baik adanya dan pasti akan menjawab doa-doa kita sesuai dengan sifat baik sempurna-Nya sebagai Bapa Surgawi. Yesus mempertentangkan Bapa Surgawi dengan bapak duniawi. Bila bapak duniawi yang jahat saja tahu memberi yang baik kepada anak-anaknya, alangkah lebih baik lagi sikap dan tindakan Bapa Surgawi kita (ayat 11). Keyakinan akan kebaikan Allah bukan saja berdampak pada kehidupan doa kita, tetapi juga berdampak pada sikap sosial kita (ayat 12). Seperti Bapa Surgawi memberikan yang terbaik untuk kita, kita juga mau memberikan yang terbaik untuk sesama kita.
Ingat: Berdoa berarti menundukkan diri kepada kehendak Allah. Jangan menjadikan doa alat untuk mengatur atau memaksa Tuhan. Yakinlah bahwa Allah baik dan akan memberi yang terbaik bagi kita. Jangan berdoa asal-asalan sebab itu berarti menyepelekan kebaikan Tuhan.
Yesus dalam Injil meneguhkan hal yang sama, “Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Ini adalah kepercayaan yang perlu mendasari setiap doa, yakni bahwa Allah itu adalah Bapa, dan Bapa itu baik.

DOA: 
Bapa surgawi, Engkau selalu mencurahkan berkat-berkat yang berlimpah bagi anak-anak-Mu. Kerajaan-Mu adalah milik kami juga kalau kami memintanya, namun hanya apabila kita mencari Engkau dengan hati penuh iman. Terpujilah Engkau selalu, ya Allah Bapa kami

Pentingnya Pengampunan

Bac.I, Yun 3 : 1 - 10
Injil, Luk 11 : 29 - 32

Ampunan Allah Menantimu

"Jika hanya orang  suci yang bisa masuk surga maka lorong menuju surga adalah pertobatan dan mahkota di ujung lorong adalah pengampunan."

Mengapa Yesus datang ke dunia? Karena Ia mencintai kita dan tidak ingin kita binasa karena dosa-dosa kita. Maka cinta ditawarkan, ampunan diberikan dan dan pertobatan dituntut dari kita manusia.

Pagi ini kita diingatkan bahwa:

1) Allah senantiasa menanti kita dengan ampunan-Nya.

2) Pengampunan Allah hanya bisa digapai melalui pertobatan.

3) Kekebalan hati sehingga tidak bertobat hanya akan melahirkan hukuman.


Akhirnya, berlarilah kepada Allah melalui lorong pertobatan karena sesungguhnya Ia sedang menantimu bagaikan sang ayah menantikan si bungsu yang bertobat dan kembali kepadanya.

Senin, 02 Maret 2020

DOA PERMOHONAN JAUH DARI CORONA


RANCANGAN TUHAN LUAR BIASA

“Firman-Ku akan melaksanakan apa yang Kukehendaki.” YES 55:10-11

55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,
 55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

======
Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, sebab nama-Nya yang besar. Bukankah TUHAN telah berkenan untuk membuat kamu menjadi umat-Nya?
Rancangan Tuhan jauh melebihi dari rancangan manusia. Rancangan manusia belum tentu rancangan Tuhan dan keinginan manusia belum tentu keinginan Tuhan. Perbedaan antara rancangan Tuhan dengan rancangan manusia sangat jauhberbeda yaitu seperti antara langit dan bumi. Tuhan Allah adalah sang arsitek yang agung untuk hidup kita, kehidupan masa kini dan masa depan kita ada ditangan-Nya.
Rancangan Tuhan tidak pernah gagal. “Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya (Yesaya 55: 10-11).
Kita dapat mengetahui rancangan Allah melalui firman-Nya. Firman yang telah dikatakan-Nya pasti akan terjadi dan tidak pernah gagal. Firman Allah tidak pernah dapat digagalkan oleh siapapun dan oleh apapun juga. Allah yang telah membuat janji adalah Allah yang maha kuasa dan setia serta berkuasa untuk sanggup memenuhi semua yang difirmankan-Nya.

IMAN BERAKAR PADA KARAKTER TUHAN

Mazmur 34:4-5.6-7.16-17.18-19; R:18b
Ref. Tuhan melepaskan orang benar dari segala kesesakannya.
  • Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
  • Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan: Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
  • Mata Tuhan tertuju pada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka yang minta tolong; wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.
  • Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan: dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
========
Mazmur ini merupakan suatu lantunan syukur dan nyanyian pengajaran Daud yang mengajak kita mengarahkan pandangan kepada Tuhan, menikmati kebaikan- Nya serta merasakan kedekatan dengan-Nya pada masa-masa yang sulit  (ayat 19).  Alasan dari ajakannya ini tidak lain didasarkan pada karakter Tuhan yang mendengar,  melepaskan ,  dan menyelamatkan orang- orang benar yang mencari dan takut akan Dia. Mereka yang berlindung pada-Nya akan berbahagia, mendapatkan keamanan dan tidak akan menanggung hukuman.
Pada Mazmur ini Daud memaparkan beberapa hal yang menjadi dasar dan kunci untuk menikmati kehidupan yang akan mengokohkan kesukaan dan kepuasan, sebagai berikut: 
[1] Takut akan Tuhan, 
[2] Berseru kepada Tuhan  dan 
[3] Bertekad untuk hidup dalam kebenaran. Semuanya ini akan membawa orang benar ke dalam perlindungan, kecukupan, pemenuhan kebutuhan, dan jawaban doa. Namun semuanya ini bukanlah berarti bahwa segala sesuatu akan berjalan dengan mudah. Pilihan orang benar untuk berkata “Tidak” bagi yang jahat dan berkata “Ya” untuk hal-hal yang baik tidak selalu menjadikan hidupnya lancar dan mujur, namun seringkali justru membawanya pada berbagai hambatan dan kemalangan.
Melalui Mazmur ini Daud menghalau kenaifan iman yang tidak mengandung kekuatan untuk melawan serangan gencar dari yang jahat, sebaliknya menuntun kita pada iman yang berakar pada karakter Tuhan. Iman ini membawa kita pada keyakinan bahwa berbeda dengan orang fasik yang menuju kematian oleh kemalangannya, tidaklah demikian dengan orang benar, Tuhan mendengar dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya apabila mereka berseru- seru kepada-Nya, dan menjatuhkan hukuman kepada siapa yang membenci mereka, sebab mata Tuhan tertuju kepada orang benar dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong (ayat 16).

Renungkan: 
Iman yang berakar pada karakter Tuhan tidaklah dibangun di atas dasar yang naif dengan meniadakan kesulitan. Iman mampu menambal kehancuran hati, tetapi tidaklah menghindarkan hati dari kehancuran.

WAJAH SESAMAKU

Bac.I, Im 19 : 1 - 2. 11 - 18
Injil, Mat 25 : 31 - 46

Kutemukan Engkau Tuhan pada Wajah Sesamaku

"Bila hari ini engkau bertemu dengan seorang pengemis, orang yang lapar, miskin, yang datang meminjam uang, yang sakit atau menderita, maka jangan lewatkan mereka. Berhentilah sejenak dan berilah sedikit sedekah kepada mereka, karena sesungguhnya Yesuslah yang sedang Anda temui."

Yesus menegaskannya dalam Injil hari ini, "Apa pun yang kamu lakukan kepada salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini, itu engkau lakukan untuk-Ku, dan apa pun yang engkau tidak lakukan kepada salah satu saudara-Ku yang paling hina ini, itu engkau tidak lakukan terhadap-Ku."

Sabda Yesus di atas mengajarkan kepada kita bahwa;

1) Yesus mengidentifikasikan diri dalam saudara-saudari yang miskin, lapar, susah, sakit, terasing dan menderita.

2) Membantu semua saudara yang berkesusahan adalah seperti membantu Yesus sendiri.

3) Iman kepada Tuhan harus diwujudkan dalam bentuk perhatian, cinta dan bantuan kepada sesama. Sebaliknya ketika engkau mengabaikan mereka yang berkesusahan maka sesungguhnya imanmu adalah iman yang sia-sia.

4) Ketika melihat mereka yang berkesusahan, janganlah pikirkan tentang kepura-puraan atau tipuan yang mungkin sedang mereka lakukan. Fokuslah pada Yesus yang sedang menderita pada wajah-wajah mereka. Tugasmu adalah membantu mereka, sedangkan benar tidaknya sikap mereka adalah urusan Tuhan dengan mereka.

Akhirnya, ingatlah bahwa Yesus sedang menantimu hari ini pada wajah sesamamu yang menderita dan kesusahan hari ini.

MENGEMBANGKAN HUBUNGAN RAHASIA DG YESUS

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. 
6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. 
6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) 
6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 
6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

=======
Kita perlu mengembangkan hubungan kita dan Allah yang ‘rahasia’ itu dengan pergi ke kamar, menutup pintu, dan berdoa kepada-Nya. Artinya kita perlu menyediakan waktu dan tempat secara khusus untuk berkomunikasi dengan Allah secara pribadi, sehingga kita semakin mengenal-Nya secara pribadi dan bukan sekadar mengenal tentang Dia. Di samping itu kita pun perlu belajar prinsip doa yang benar dan sikap-sikap yang harus kita miliki ketika kita menghadap Dia dalam doa.
Perkataan Bapa kami yang di surga mengajarkan bahwa di dalam doa, Allah yang jauh dari manusia (di surga) menjadi dekat dengan umat-Nya (Bapa kami). Dikuduskanlah nama-Mu menyatakan bahwa kita mengakui Allah sebagaimana Ia telah menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang kudus. Kita mengekspresikan penghormatan kita kepada-Nya, mengakui Dia sebagai Allah yang hidup, aktif, dan berperan dalam hidup manusia.
Datanglah kerajaan- Mu mengungkapkan pengakuan kita bahwa Allahlah Raja yang sah atas seluruh penciptaan dan merindukan pemerintahan-Nya secara penuh terealisasi dalam kehidupan kita dan dunia. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga merupakan pernyataan bahwa kita tunduk dan taat kepada-Nya dalam segala hal. Kita tidak membedakan hal yang `suci’ dan yang `sekuler’. Memohon Berikanlah kami… adalah pernyataan kepercayaan kita yang besar kepada Allah bahwa kita selalu dicukupkan dengan apa yang diberikan tiap hari tanpa keinginan untuk menumpuk harta bagi diri sendiri. Tiap hari yang baru kita lihat sebagai kesempatan untuk mengalami kebaikan Allah bagi kita. Permohonan Ampunilah kami. merupakan manifestasi dari merendahkan diri di hadapan Allah. Kita sadar akan kelemahan dan kegagalan kita namun kita pun bersukacita karena Allah tetap mengasihi kita. Kasih Allah yang mengampuni akan mendorong kita untuk berbelas kasihan kepada orang lain yang bersalah kepada kita. Ini merupakan kesempatan untuk mendemonstrasikan kemurahan Allah. Kita bersandar kepada Allah yang akan melepaskan kita dari pencobaan, jika kita tidak dengan sengaja mencari pencobaan ketika kita mengatakan Jauhkanlah kami….
Renungkan: Ketika kita mendatangi Allah dengan sikap seperti di atas, maka relasi dengan Allah akan semakin dalam dan bertumbuh.
DOA:
Ya Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk senantiasa berdoa dan mengampuni, kuatkanlah aku untuk senantiasa menata hubunganku dengan Dikau dan sesama. Ami

SEBUAH TANGGAPAN AKAN YESUS

LUKAS 11:29-32 “Angkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus.”
11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. 
11:30  Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. 
11:31 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! 
11:32 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!
===
Orang sering berpikir bila saya hidup di zaman Yesus, sebagai salah seorang dari murid-Nya, saya akan memiliki kerohanian yang lebih baik. Pemikiran seperti itu lazim ada pada kebanyakan orang. Itulah pola pemikiran yang melatarbelakangi komentar seorang perempuan waktu itu (ayat 27). Mungkin itu pula yang bercampur pada pemikiran mereka yang ingin menyaksikan tanda mukjizat lebih banyak dari Yesus (ayat 28-30), semakin banyak melihat semakin beriman.
Yesus menolak anggapan itu. Menurut-Nya, hubungan istimewa itu tidak bergantung pada hubungan darah, atau banyak menyaksikan atau mengalami tanda ajaib. Entah orang mengalami berkat dan kebahagiaan dari Yesus atau tidak, terkait juga pada tanggung jawab orang untuk menanggapi Yesus dengan benar. Hanya pada orang yang sesudah mendengar firman-Nya lalu menaati, ada kebahagiaan mengalami hubungan yang benar dengan Yesus (ayat 28). Hubungan yang menempatkan orang hidup dalam naungan berkat Allah adalah hubungan yang timbal-balik dan hidup antara yang bersangkutan dengan Yesus.
Oleh karena yang penting hubungan timbal balik, tanda utama pelayanan Yesus mengikuti pola pelayanan Yunus (ayat 30). Seperti Yunus datang dengan firman yang menuntut tanggapan percaya dan pertobatan dari penduduk Niniwe, demikian juga Yesus menuntut pendengar-Nya menanggapi firman-Nya dengan pertobatan. Tidak menanggapi dengan pertobatan berarti menolak Yesus. Menolak Yesus berarti memilih hukuman. Pada hari penghakiman Allah kelak, tanggapan ketaatan kepada firman Yesus inilah yang akan menentukan apakah orang akan masuk ke dalam kebahagiaan kekal atau penghukuman kekal (ayat 31).
Injil ini berbicara tentang ketegaran hati para pendengar Yesus. Ia mengutip Niniwe, kota kafir yang tahu bertobat ketika mendengarkan Yunus. Ia mengutip ratu dari selatan yang datang dari jauh untuk mendengarkan kata-kata hikmat Salomo. Sementara para pendengar Yesus yang sebetulnya umat pilihan Allah itu malah tidak tahu bertobat dan tidak mau mendengarkan. Padahal, Yesus lebih besar dari Yunus dan Salomo.

INDAHNYA SEBUAH PENGAMPUNAN, SEBUAH MAZMUR

Ada tujuh mazmur pengakuan dosa dalam Kitab Mazmur (Mzm. 6, 32, 38, 51, 102, 130, 143). Mazmur 51 ini merupakan mazmur pengakuan dosa yang paling indah. Ini adalah pengakuan dosa Daud setelah nabi Natan menegur dia karena perzinaannya dengan Batsyeba.
Daud meminta belas kasihan Tuhan karena ia tahu bahwa ia telah berdosa. Ia sadar bahwa hanya Allah yang dapat menghapus dosanya. Ia tahu bahwa Allah yang dia sembah adalah Allah yang penuh rahmat (ayat Yer 24:7; Yeh 36:26). Perkataan Daud agar Allah tidak mengambil Roh-Nya yang kudus dari dirinya merupakan permohonan supaya Allah jangan menolak dia menjadi raja seperti yang telah Allah lakukan pada Saul (ayat 1Sam 16:14). Untuk itu Daud berjanji akan mengajarkan jalan Tuhan kepada orang-orang lain untuk membawa mereka ke dalam pertobatan setelah Allah memulihkannya (ayat 14-15). Ia kemudian memohon supaya Allah melepaskan dia dari hutang darah tersebut. Daud sadar bahwa bukan darah kambing dan domba yang menghapuskan dosanya, tetapi hanya Allah yang dapat menghapuskan dosa jika ia datang kepada Allah dengan hati yang hancur (ayat 18-19).
Pertobatan Daud dari dosa yang begitu mengerikan dan pengampunan Allah yang begitu ajaib menunjukkan bahwa tidak ada dosa apapun yang dapat memisahkan umat Allah dari kasih Allah jika ia sungguh-sungguh bertobat. Karena itu jangan ragu untuk meminta ampun kepada Tuhan atas semua dosa kita, bagaimanapun najisnya.

JANGAN MENGULANGI KESALAHAN

Pertobatan bukan hanya penyesalan; pertobatan adalah perubahan. Konon, sebelum bertobat, Agustinus hidup dalam dosa bersama wanita yang bukan istrinya. Karena Tuhan mendengar doa ibunya, Monika, dan berbelas kasihan kepada Agustinus, maka ia bertobat. Ketika suatu hari Agustinus berjalan-jalan di pasar, wanita yang pernah dikencaninya memanggil-manggil namanya, “Agustinus! Agustinus!” Mendengar namanya dipanggil, tiba-tiba Agustinus berlari menjauh seraya berseru, “Aku bukan Agustinus! Bukan Agustinus!” Agustinus menyatakan bahwa Agustinus yang lama sudah tidak ada lagi.
Tuhan memberikan kesempatan kedua kepada Yunus. Kali ini Yunus taat. Ketika ia memberitakan peringatan Tuhan, sesuatu yang mengejutkan terjadi, terutama buat Yunus, yaitu bahwa seluruh rakyat Niniwe beserta rajanya menanggapi pemberitaan tersebut dan bertobat!
Sekali lagi kita melihat bagaimana keindahan pertobatan yang terangkai dalam suatu kebenaran, yaitu bahwa pertobatan terjadi karena Tuhan berinisiatif; Ialah yang “mengunjungi” Niniwe dan menyampaikan peringatan-Nya; Ialah yang mencari manusia, bukan sebaliknya. Kedua, pertobatan tidak akan terjadi jika manusia tidak mau mendengarkan suara Tuhan. Rakyat Niniwe masih menaruh hormat kepada Tuhan; Ketiga, pertobatan ditunjukkan melalui perubahan nyata. Raja Niniwe meminta rakyatnya untuk “berbalik dari tingkah lakunya yang jahat…”. Banyak keadaan yang melahirkan penyesalan. Misalnya, penyesalan yang muncul sebagai akibat rasa malu, rasa takut, dan rasa bersalah. Namun, pertobatan tidak harus dilandasi oleh ketiga perasaan ini sebab sudah seyogianyalah pertobatan timbul dari 
(a) kesadaran akan kesalahan, 
(b) keinginan untuk melakukan yang benar di hadapan Tuhan, dan 
(c) tindakan nyata untuk mewujudkannya.

Renungkan: 
Sebagian aspek dari manusia lama kita memerlukan waktu untuk berubah. Ada yang memerlukan waktu singkat, ada juga yang memerlukan waktu panjang. Karena itu, jangan menyerah dan berkata, “Saya tidak mungkin berubah!” Itu bisikan Iblis yang harus kita lawan.

Jumat, 28 Februari 2020

RENUNGAN tentang JEMBATAN TUHAN

Bac.I, Yes 58 : 9b - 14
Injil, Luk 5 : 27 - 32

Jadilah Jembatan Tuhan

"Sesaat ketika engkau bertobat dan kembali kepada Allah maka sesungguhnya engkau akan menjadi jembatan yang di atasnya orang-orang berdosa berjalan dari tepi lumpur dosa menuju tepi keselamatan Allah."

Kata-kata Yesus kepada Levi, "Ikutlah Aku" telah menggerakkannya untuk berjalan dari tepi hidupnya yang berlumuran dosa menuju kepada tepi keselamatan yang ditawarkan oleh Yesus. Dan betapa luar biasanya Levi karena dengan jamuan syukurnya, ia telah membawa banyak orang untuk bertemu dengan Yesus dan bertobat.

Pelajaran penting bagi kita adalah;


  • 1) Panggilan kepada pertobatan selalu didengungkan oleh Tuhan melalui beragam cara dan berbagai orang.
  • 2) Sesaat ketika engkau bertobat dan hidup suci maka engkau akan menjadi contoh dan inspirasi bagi banyak orang untuk menempuh jalan dan cara hidup yang sama sepertimu dan kembali kepada Allah lewat pertobatan.
  • 3) Bersyukurlah selalu kepada Tuhan dalam setiap moment; dalam suka maupun duka, susah maupun senang, karena dengan cara itu engkau telah berkenan kepada Allah.


Akhirnya ingatlah ini, membantu orang lain dengan materi itu berarti Anda telah menyegarkan tubuhnya, tapi menjadi contoh bagi sesama sampai bertobat adalah kesempatan bagimu untuk menyelamatkan jiwa mereka.

Kamis, 27 Februari 2020

SEGO LIWET - SARAPAN ROHANI

Sego-sego liwet Sego-sego liwet
diciduk nganggo irus diciduk nganggo irus
Sapa pengin slamet sapa pengin slamet
Ayo ndherek Sang Kristus, Ayo ndherek Sang Kristus

Sego-sego kuning Sego-sego kuning
dicampur karo abon dicampur karo abon
Ayo padha wening ayo padha wening
singkirno barang awon singkirno barang awon

Sego-sego abang sego-sego abang
Sayure lombok ijo sayure lombok ijo
Ayo dha sembahyang Ayo dha sembahyang
lan uripe prasojo lan uripe prasojo

Sego-sego intip sego-sego intip
dimaem ro urapan dimaem ro urapan
Yo dha manggul salib Yo dha manggul salib
berkahe yo kamulyan berkahe yo kaswargan

7 SAKRAMEN

Sakramen dalam iman Katolik merupakan tanda yang ditetapkan Yesus Kristus untuk memberikan rahmat yang khusus bagi tiap-tiap situasi perjalanan hidup manusia untuk melanjutkan karya penyelamatan Allah melalui Kristus. Hal ini terdapat pada Injil Yohanes 14 : 18 yang menyatakan pemenuhan janji Kristus bahwa Ia tidak akan meninggalkan kita sebagai yatim piatu. Maka Melalui sakramen Allah mengirimkan Roh Kudus-Nya untuk memberi makan dan menguatkan Kita.

Berikut 7 Sakramen yang ada Dalam Gereja Katolik:

Sakramen Pembaptisan
Sakramen Baptis merupakan sakramen yang pertama kali umat Katolik terima sebelum mereka menerima sakramen-sakramen lainnya. Pada saat penerimaan Sakramen Baptis kita diperciki air kemudian diolesi minyak serta diberi kain putih dan lilin bernyala. Hal ini merupakan lambang bahwa kita telah dibersihkan dari dosa asal dan siap menjadi terang bagi sesama. Dengan menerima sakramen baptis kita telah diangkat menjadi anak Allah dan digabungkan dengan gereja yang menjadikan kita anggota Tubuh Kristus serta siap diutus untuk berbuat baik kepada semua orang. Pembaptisan hanya dapat di terima satu kali untuk selamanya namun meninggalkan material rohani yang tidak dapat di hapuskan.
Sakramen Penguatan(Sakramen Krisma)
Di dalam Sakramen Krisma, umat Gereja katolik menerima “Kepenuhan Roh Kudus” yang menjadikan umat menjadi lebih dewasa secara rohani dan menjadikannya saksi-saksi Kristus yang memiliki tanggung jawab besar. Seperti halnya dengan sakramen baptis, sakramen krisma hanya dapat diterima sekali seumur hidup bagi semua orang.
Sakramen Ekaristi
Kristus mengasihi Gereja-Nya tanpa batas dengan memberikan Tubuh dan Darah-Nya sendiri kepada setiap anggota keluarga-Nya di dalam perjamuan Ekaristi. Ekaristi merupakan penyempurnaan dari perjamuan Paskah Perjanjian Lama, yang ditandai dengan kurban anak domba yang membebaskan orang-orang Israel dari maut. Dalam Ekaristi, Kristuslah, Anak Domba Allah yang menjadi kurban untuk menghapus dosa-dosa kita, dan karena itu kita memasuki Perjanjian Baru yang membebaskan kita dari kematian kekal.
Perayaan Syukur atas Kasih Allah Bapa Lewat Pengorbanan Tuhan Yesus Kristus dirayakan setiap kali kita mengikuti Misa atau Sakramen Ekaristi. Pada saat Ekaristi kita mengenang karya penyelamatanYesus Kristus bagi manusia,yang terjadi melalui wafat dan kebangkitan-Nya.
Sakramen Pengakuan Dosa /Tobat
Setiap orang pernah berbuat dosa. Dosa merusak hubungan dengan sesama manusia dan Tuhan sehingga membuat kita merasa tidak senang dan bahagia. Oleh Karena itu Bapa menganugerahkan kepada kita sakramen Tobat atau pengakuan dosa. Pada sakramen ini kita mengakui dosa-dosa kita kepada Imam,karena Yesus Kristus sendiri telah memberi kuasa kepada para Imam-Nya untuk melepaskan umatnya dari dosa setelah kebangkitanNya. Melalui sakramen tobat kita menerima pengampunan dosa dari Allah Bapa. Beserta rahmatnya yang dapat membantu kita untuk menolak godaan dosa di waktu yang akan datang sehingga menjadikan hidup kita lebih damai.
Sakramen Pernikahan
Sebagian besar orang dipanggil untuk kehidupan berumah tangga. Melalui Sakramen Perkawinan, Tuhan memberikan rahmat yang khusus kepada pasangan yang menikah untuk menghadapi bermacam tantangan yang mungkin timbul, terutama sehubungan dengan membesarkan anak-anak dan mendidik mereka untuk menjadi para pengikut Kristus yang sejati.
Dalam sakramen Perkawinan terdapat tiga pihak yang dilibatkan, yaitu mempelai pria, mempelai wanita dan Allah sendiri. Ketika kedua mempelai menerimakan sakramen Perkawinan, Tuhan berada di tengah mereka, menjadi saksi dan memberkati mereka. Allah menjadi saksi melalui perantaraan imam, atau diakon, yang berdiri sebagai saksi dari pihak Gereja.

Sakramen Tahbisan / Imamat
Para Imam merupakan orang yang dipanggil secara khusus oleh Tuhan Yesus. Untuk menjawab panggilan Tuhan tersebut maka mereka harus mengikuti pendidikan di sekolah seminari menengah,tinggi serta menjalani masa orientasi di pastoral di tengah umat. Setelah menyelesaikan tahapan pendidikan tersebut,maka mereka ditahbiskan oleh uskup untuk menjadi seorang imam. Pada saat ditahbiskan itulah mereka menerima sakramen imamat dengan mengucapkan janji untuk taat kepada pemimpin gereja Katolik,untuk hidup miskin dan selibat yaitu tidak menikah.

Sakramen Urapan Orang Sakit
Alkitab mengatakan agar jika kita sakit, maka baiklah kita memanggil penatua Gereja untuk mendoakan dan mengurapi kita dengan minyak di dalam nama Tuhan. Dan doa yang didoakan dengan iman ini akan menyelamatkan kita yang sakit dan mengampuni dosa kita. Oleh karena itu, sakramen Urapan orang sakit ini tidak hanya dimaksudkan untuk menguatkan kita di waktu sakit. Tetapi juga untuk membersihkan jiwa kita dari dosa dan mempersiapkan kita untuk bertemu dengan Tuhan.

SAKRAMEN INISIASI GEREJA KATOLIK

I. Arti Inisiasi

Kata Inisiasi berasal dari bahasa Latin Inire yang berarti masuk ke dalam atau Initiare yang berarti memasukkan ke dalam. Jadi, Inisiasi adalah perayaan ritus yang menjadi tanda masuknya seseorang atau diterimanya ke dalam sebuah kelompok dan juga menjadi tanda diterimanya menjadi dewasa. Gereja Katolik, sebagai kelompok sosial yang berdasarkan pada iman akan Yesus Kristus, melaksanakan upacara inisiasi. Melalui inisiasi, orang resmi menjadi anggota Gereja, yag tampak nyata dalam peristiwa pembaptisan. Kita bisa temui proses inisiasi pada diri seorang siswa yang masuk ke sekolah baru dia harus menjalani Opspek, seorang karyawan baru dia harus melewati masa training dan percobaan serta orang-orang yang mau masuk organisasi tertentu. Lalu bagaimana halnya dengan orang yang ingin menjadi warga Gereja Katolik?

Gereja memiliki inisiasi yang diwujudkan dalam penerimaan sakramen inisiasi. Seseorang yang ingin menjadi warga Gereja harus menerima sakramen tersebut yang terdiri dari sakramen baptis, krisma dan ekaristi. Sakramen-sakramen inisiasi ini membawa, membuat atau melantik seseorang menjadi orang katolik dengan segala hak dan kewajibannya. Hal ini dipahami bahwa orang yang menerima sakramen inisiasi menjadi milik Kristus sepenuhnya.

II. Sakramen yang ada di dalam Inisiasi

a. Sakramen Baptis
Gereja adalah persekutuan orang beriman kepada Yesus Kristus. Sebagai persekutuan, Gereja pun mempunyai persyaratan bagi setiap orang yang ingin menjadi anggotanya. Syarat utamanya adalah beriman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Beriman tidak cukup hanya percaya, tetapi mau menyerahkan diri dan dibentuk hidupnya sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus Kristus. Bila persyaratan tersebut telah terpenuhi, penerimaan menjadi anggota Gereja dinyatakan dalam upacara Sakramen Baptis.

Sakramen Baptis merupakan salah satu bagian dari Sakramen Inisiasi. Baptis berasal dari kata Yunani yaitu baptizein atau baptismos, yang berarti mencelupkan ke dalam air atau membasuh dengan air. Dengan menerima Sakramen Baptis, seseorang resmi menjadi anggota persekutuan umat yang beriman kepada Yesus Kristus, yang disebut Gereja, dengan segala hak dan kewajibannya. Jadi, Sakramen Baptis adalah salah satu Sakramen Inisiasi yang menjadikan seseorang secara resmi menjadi anggota Gereja.

Pembaptisan merupakan unsur pertama ke arah kesatuan hidup dan mati bersama Kristus. Dengan pembaptisan, seseorang diinisiasi atau diantar masuk ke dalam Gereja sebagai anggotanya. Namun, sebenarnya pembaptisan hanya merupakan satu langkah saja dari inisiasi Kristen. Ada 3 tahap inisiasi :
1. Tahap pertama : dari simpatisan menjadi katekumen,
2. Tahap kedua : dari katekumen menjadi calon baptis,
3. Tahap ketiga : dari calon baptis menjadi baptisan baru.

Masa-masa persiapan (katekumenat) yang harus diikuti calon baptis :
  1. Masa prakatekumenat untuk para simpatisan. Masa ini merupakan masa pemurnian motivasi dan memperkenalkan Kristus sehingga mulai bertobat dan beriman. Pada tahap pertama ini, ada upacara pelantikan menjadi katekumen.
  2. Mata katekumenat untuk para katekumen. Setelah dilantik, katekumen mengikuti masa pengajaran dan pembinaan serta latihan hidup untuk menjadi orang beriman Katolik, baik melalui kegiatan katekese dan perayaan-perayaan liturgis maupun penanaman aneka sikap dan keutamaan Kristiani. Pada tahap kedua ini, ada upacara pemilihan sebagai calon baptis.
  3. Masa persiapan akhir untuk para calon baptis yang terpilih. Masa ini dikhususkan untuk mempersiapkan diri menerima sakramen-sakramen inisiasi. Pada tahap ketiga ini, para calon baptis diterima sebagai baptisan baru sekaligus anggota Gereja dengan upacara sakramen inisiasi.
  4. Tahap berikutnya, para baptisan baru memasuki masa pendalaman iman (mistagogi) untuk semakin mendalami pengetahuan dan penghayatan imannya, baik dalam perayaan Ekaristi maupun dalam persekutuan umat beriman Katolik. Masa ini merupakan pembinaan lanjutan setelah seseorang menerima sakramen inisiasi.

Buah atau rahmat pembaptisan :
  • 1. Mendapat pengampunan
  • 2. Manjadi “ciptaan baru” (2 Kor 5 : 17) dan dilantik menjadi Anak Allah (Gal 4 : 5-7), dan mengambil bagian dalam kodrat Ilahi (2 Ptr 1 : 4)
  • 3. Memperoleh rahmat pembenaran/pengudusan
  • 4. Digabungkan menjadi anggota Gereja
  • 5. Dimateraikan secara kekal

3 macam cara pembaptisan
  1. Selam
  2. Percik
  3. Curah

Sakramen ini dilayankan dengan cara menyelamkan si penerima ke dalam air atau dengan mencurahkan (tidak sekadar memercikkan) air ke atas kepala si penerima "dalam nama Allah Bapa dan Allah Putra dan Roh Kudus " sebagai aspek Forma dan dengan kain putih, lilin yang menyala, dan air yang mengalir sebagai aspek Materia. Pelayan sakramen ini biasanya seorang uskup atau imam.
Gereja melayani Sakramen Baptis kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus, sejak hari Pentakosta. Dengan menerima Sakramen Baptis, seseorang dibebaskan dari dosa dan dilahirkan kembali sebagai anak-anak Allah dengan cara meninggalkan dunia atau hidupnya yang lama dan memulai hidup yang baru. Sakramen Baptis menghapuskan dosa asal, semua dosa pribadi dan semua hukuman karena dosa. Hal ini membuat orang yang dibaptis ikut ambil bagian dalam kehidupan ilahi Tritung gal melalui rahmat pengudusan, rahmat pembenaran yang mempersatukan seseorang dengan Kristus dan Gereja-Nya.

Baptisan dewasa mengandaikan iman yang personal. Maksudnya ialah iman yang tumbuh merupakan iman dirinya sendiri. Atas kesadaran akal budinya seseorang menerima dan mengakui imannya terhadap Kristus. Iman personal inilah yang menjadi dasar dirinya layak dan pantas menerima Tubuh dan Darah Kristus.

Berbeda dengan baptis bayi yang tidak langsung disertai dengan penerimaan ekaristi. Hal ini disebabkan bayi/anak-anak belum mempunyai iman personal. Iman yang ada pada bayi adalah iman Gereja, yang diwakili oleh orangtua dan wali baptisnya.

b. Sakramen Ekaristi
Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh hidup Kristiani (Lumen Gentium art. 11). Ekaristi berasal dari kata Yunani, Eucharistia yang berarti pujian dan syukur. Ekaristi berarti perayaan ungkapan syukur dan terimakasih kepada Tuhan atas penebusan dosa manusia berkat sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus. Ekaristi disebut juga Perjamuan Tuhan karena menyangkut perjamuan malam yang Tuhan Yesus adakan bersama murid-murid-Nya sebelum Ia menderita sengsara.
Ekaristi mengungkapkan karya Kristus untuk menebus dan menguduskan manusia. Roti dan anggur diubah menjadi tubuh dan darah Kristus melalui perkataan Kristus dan seruan kepada Roh Kudus, atas cara yang penuh rahasia.
Inti dari perjamuan Ekaristi adalah :
  • Mengungkapkan kerinduan Yesus untuk mengada-kan makan Paskah bersama dengan para murid.
  • Tanda peringatan akan diri Yesus sebelum men-derita sengsara dan wafat di salib.

Setiap kali kita merayakan Ekaristi, kita tidak hanya sekedar mengenang peristiwa perjamuan malam terakhir, tetapi juga peristiwa penyelamatan. dalam iman Katolik, ditransformasi dalam segala hal kecuali wujudnya yang kelihatan menjadi Tubuh dan Darah Kristus, perubahan ini disebut transubstansiasi.

Peristiwa Transubstansiasi terjadi ketika imam mengkonsekrir Anggur dan Roti dengan ucapan “inilah tubuhku .........” & “ inilah darahku……….” Yang seketika itu juga berubah menjadi Tubuh & Darah Kristus

Sakramen Ekaristi dirayakan sebagai :
1. Perjamuan
2. Kurban
3. Syukur Agung

c. Sakramen Krisma
Sakramen krisma adalah sakramen yang meneguhkan, menguatkan kembali iman seseorang dan mengobarkan semangat Roh Kudus yang diterima saar dibaptis. Untuk menandai kedewasaan sseorang secara imani, maka diberikan Sakramen Krisma kepada orang tersebut. Sakramen Krisma mencurahkan serta mempersatukan kita lebih sempurna dengan Gereja. Sakramen Krisma dapat disebut juga Sakramen Penguatan. Sakramen Penguatan juga disebut Sakramen Roh Kudus karena dalam sakramen ini Roh Kudus menjiwai orang beriman atas cara yang istimewa dan memampukannya untuk menjadi pewarta kabar sukacita Kristus bagi banyak orang.
Orang beriman Kristiani yang telah menerima Sakramen Krisma akan dipenuhi Roh Kudus dan beroleh kekuatan iman serta terpanggil untuk :
  • Menjadi dewasa akan dalam iman, harapan dan kasih
  • Mau terlibat dalam Gereja umat Allah
  • Bersedia menjadi saksi Kristus yang menampak-kan iman dan kebenaran kepada semua orang
  • Mampu menjadi ragi, terang dan garam dunia di dalam masyarakat, dan melakukan kebaikan, ka-sih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kele-mahlembutan, kemurahan hati, kesetiaan, keju-juran, penguasaan diri, supaya semakin banyak orang mengalami cinta dan kehadiran Allah.
Oleh karena Pembaptisan, Ekaristi, dan Penguatan membentuk satu kesatuan maka “ umat beriman …. diwajibkan menerima sakramen itu tepat pada waktunya” ( Kitab Hukum Kanonik, kanon 890). Tanpa penguatan dan pembaptisan, sakramen pembaptisan memang sah dan berhasil guna, namun inisiasi Kristen masih belum lengkap ( KGK, Art, 1306 )
Dalam ritus latin sakramen penguatan diberikan “ melalui pengurapan dengan krisma di dahi dengan peletakan tangan dan dengan perkataan : “ Semoga dimaterai oleh karunia Allah, Roh Kudus” ( KGK, Art. 1299-1300 )
Pemberi penguatan yang sebenarnya adalah Uskup ( KGK, Art. 1312 )
Berkat Sakramen Krisma, kita terikat pada Gereja secara lebih sempurna dan diperkaya dengan daya kekuatan Roh Kudus yang istimewa. Dengan demikian, kita diwajibkan untuk menyebarluaskan dan membela iman sebagai saksi Kristus yang sejati, dengan perkataan maupun perbuatan (Lumen Gentium art. 11

III. Kesimpulan
  • Dengan menerima Sakramen Baptis, seseorang secara resmi masuk dalam paguyuban umat yang beriman kepada Yesus Kristus yang disebut Gereja dengan segala hak dan kewajibannya.
  • Perayaan Ekaristi mengundang semua orang yang beriman kepada Kristus untuk mengenangkan dia sesuai dengan amanat nya pada perjamuan terakhir dan berperan aktif di dalam lingkungan Gereja.
  • Dengan menerima Sakramen Krisma, ia diutus ke luar Gereja, ke tengah dunia untuk mewartakan Kabar Gembira dari Allah.

RENUNGAN tentang JANGAN PAKSAKAN KEHENDAKMU

Bac.I, Yes 58 : 1 - 9a
Injil, Mat 9 : 14 - 19

Jangan Memaksakan Kehendakmu

"Banyak masalah muncul dalam hidup bersama karena kita cenderung memaksakan orang lain mengenakan sepatu yang kita pakai sekalipun ukuran kaki kita berbeda."

Dalam kisah Injil hari ini kita mendengar pertanyaan murid-murid Yohanes kepada Yesus,
"Mengapa kami dan orang-orang Farisi berpuasa, tetapi murid-muridmu tidak?"

Pelajaran penting bagi kita adalah;

  1. Puasa adalah saat berahmat dimana kita mengurangi makanan dan minuman, memberikan waktu lebih kepada Allah untuk merenungkan tentang kasih-Nya yang mengalir dalam hidup kita di satu pihak, dan dosa yang kita lakukan di lain pihak dengan maksud agar adanya pertobatan.
  2. Berpuasa berarti mengurangi waktu untuk bercerita dan berbicara dengan sesama dan memperbanyak waktu dengan Tuhan.
  3. Lakukanlah puasa dengan tulus tanpa harus memaksakan orang lain untuk berpuasa sepertimu, karena puasa adalah saat terindah setiap jiwa bertemu dengan penciptanya.
  4. Biasakanlah matamu untuk melihat dan menikmati perbedaan, karena ketika semua perbedaan itu bergerak pada jalurnya maka di sana jiwa, hati dan pikiranmu akan menikmati keindahan dalam keharmonisan.


Akhirnya, memiliki Yesus adalah moment untuk memuaskan jiwa dan bukan untuk berpuasa.

Rabu, 26 Februari 2020

RENUNGAN tentang PUAS DIRI

Bac.I, Ul 30 : 15 - 20
Injil, Luk 9 : 22 - 25

Memuaskan Diri Sekarang dan Menyengsarakan Jiwa Kelak

"Banyak orang cenderung memuaskan dirinya sepanjang hidupnya, dan cuma di akhir hidupnya barulah mereka sadar sehingga mulai berjuang untuk memuaskan jiwanya. Sayangnya, ada yang akhirnya terlambat alias tidak punya waktu lagi karena kematian telah menjemputnya."

Yesus memberitahukan pentingnya mempersiapkan surga bagi jiwa kita mulai dari hidup di dunia ini ketika Ia berkata, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?"

Pelajaran penting bagi kita di pagi ini adalah:

1) Hidup dianugerakan kepada kita bukan karena hebat dan sucinya kita, melainkan hanya karena belas kasih Allah kepada kita, putra-putrinya.

2) Kesejahteraan hidup kita perjuangkan, kebahagiaan harus kita raih dan alami, tapi jangan lupa untuk mengusahakan kesucian hidup yang menjadi jalan bagi jiwa untuk menggapai keselamatan di akhirat.

3) Bila engkau memiliki rezeki maka berbagilah kepada sesama yang memerlukannya karena hanya dengan cara itu Allah akan berbagi berkat-berkat-Nya untukmu.

Akhirnya saudaraku ingatlah bahwa tidak ada satu orang pun yang tahu batas hidupnya di dunia ini, maka gunakanlah kesempatan hidupmu untuk mempersiapkan surga bagi jiwamu kelak.

MAKNA RABU ABU

ASAL USUL RABU ABU