TYM

TYM
BERKATNYA MELIMPAH

Kamis, 13 Februari 2020

tentang KOMUNI

Bac. I, 1Raj 8 : 1 - 7. 9 - 13
Injil, Mrk 6 : 53 - 56

Kusantap Tubuh-Mu, Kau Jamah Hati dan Jiwaku

"Orang-orang yang hidup bersama Yesus boleh mendengar suara-Nya; Mereka bisa berjabatan tangan dengan-Nya; pun mereka bisa menjamah jumbai jubah-Nya, bahkan melihat rupa-Nya, namun satu hal yang tidak bisa mereka dapatkan adalah menyantap Tubuh dan Darah-Nya. Siapa yang beruntung mendapatkan menu surgawi ini? Jawabannya, hanya engkau dan aku lah yang bisa menyantap Tubuh dan Darah Yesus dalam Ekaristi Kudus."

Dikisahkan dalam Injil hari ini bagaimana orang-orang berbondong-bondong menemui Yesus dan disembuhkan oleh-Nya. Yesus tampil bukan hanya sebagai Juruselamat, tapi juga Tabib yang menyembuhkan segala sakit dan penyakit.

Pelajaran penting bagi kita di pagi ini adalah;

1) Carilah Yesus setiap saat dalam semua aktivitasmu teristimewa aturlah waktu setiap hari agar Anda bisa bertemu dengan-Nya.

2) Percayalah bahwa Yesus dapat melakukan dan memberikan kepadamu semua yang Anda mintakan kepada-Nya, asalkan sesuai dengan kehendak-Nya.

3) Sesaat ketika engkau mendengarkan Firman-Nya apalagi ketika engkau menyantap Tubuh dan Darah-Nya maka saat itulah Yesus sedang menjamah tubuh, pikiran, hati dan jiwamu.

Akhirnya, bila engkau memiliki kerinduan untuk menjamah Yesus lewat doa-doamu, maka percayalah Ia akan membaharui hati, jiwa,  pikiran dan tindakan-tindakanmu setiap saat.

RENUNGAN tentang ORANG SAKIT

Bac.I, 1Raj 8 : 22 - 23. 27 - 30
Injil, Mrk 7 : 1 - 13

Hari Orang Sakit Sedunia

Kenajisan Hati dan Pikiranmu

"Tangan atau tindakan yang jahat dan najis selalu digerakkan oleh hati dan pikiran yang najis pula."

Orang-orang Farisi mengeritik para murid Yesus yang makan tanpa membasuh tangan mereka. Yesus balik mengeritik mereka karena kemunafikan mereka. Kata-Nya, " Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripada-Ku ." Dengan ini Yesus mau mencela kemunafikan para Farisi yanh berlagak taat aturan padahal hati mereka penuh rencana jahat terhadap sesamanya.

Pelajaran penting bagi kita adalah;

1) Koreksilah dirimu sebelum Anda mengeritik orang lain.

2) Jika kata dan perbuatanmu jahat maka obatilah hati dan pikiranmu sebab di sanalah terdapat lukanya. Kata dan tindakan jahat dan najis selalu berasal dari hati dan pikiran yang najis dan jahat.

3) Singkirkanlah kemunafikan di dalam dirimu dengan berlaku jujur terhadap Tuhan, sesama dan   dirimu sendiri.

4) Jadilah contoh dan teladan daripada menjadi seorang pengeritik tanpa mampu memberi jalan keluar dan solusi.

Di atas segalanya, takutlah akan Tuhan maka Anda akan  terhindar dari salah dan dosa.

RENUNGAN tentang HATI

Bac.I, 1Raj 10 : 1 - 10
Injil, Mrk 7 : 14 - 23

Periksalah Hatimu Bila Mulutmu Bersalah

"Hati adalah Sumber kebaikan, tapi juga menjadi pusat kejahatan bila orang tidak mau mendengarkan bisikannya."

Yesus berkata dalam Injil hari ini, "Segala sesuatu yang dari luar masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskan dia...Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya! Sebab dari dalam hati orang timbul segala pikiran jahat, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan dan kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Dengan demikian maka

1) Segala kata dan tindakan kita berasal dari pikiran yang bersumber pada hati kita; Kata dan tindakan jahat berasal dari pikiran dan hati yang jahat. Sebaliknya hati dan pikiran yang baik akan selalu menghasilkan kebaikan.

2) Sesaat ketika Anda menyadari bahwa kata-katamu kasar dan tindakanmu jahat, maka segeralah memeriksa hatimu dan memperbaikinya karena ada sesuatu yang telah rusak di dalamnya.

3) Tidak ada orang atau hal lain di luar dirimu yang menajiskanmu, selain dirimu sendiri.

Akhirnya jika Anda tuan atas dirimu maka tuntunlah dia untuk menjadi bersih tanpa noda dan dosa. Sebaliknya ketika rencana dan niat jahat selalu ada di dalam hatimu maka sesungguhnya Anda adalah hamba iblis.

RENUNGAN tentang MAMA

Bac.I, 1Raj 11 : 4 - 13
Injil, Mrk 7 : 24 - 30

Terima Kasih Mama

"Seorang ibu sejati akan melakukan apa saja demi kebaikan dan kesuksesan anaknya, bahkan lebih indah adalah dalam setiap desahan nafas doanya, namamu disebut."

Kisah perjuangan ibu Siro-Fenesia dalam Injil hari ini menegaskan kedalaman dan ketulusan cinta seorang ibu terhadap anaknya yang sedang kerasukan roh jahat. Walaupun ditantang alias "direndahkan" dengan kata-kata, "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkan kepada anjing." Mendapatkan kata-kata hinaan seperti ini tidak membuatnya merasa malu dan mundur. Demi kesembuhan anaknya, ia pun menjawab dengan penuh keyakinan yang membuat Yesus terkagum-kagum, " Tetapi anjing di bawah meja pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."

Pelajaran penting bagi kita di pagi ini adalah:

1) Apa pun kekurangan dan kesalahan ibu terhadapmu, tapi satu hal yang pasti bahwa engkau pernah dikandung di dalam rahim seorang wanita, yang disapa dengan sebutan "ibu atau mama." Jika saat ini beliau masih hidup maka telponlah dia dan ucapkanlah terima kasih kepadanya. Biarlah kerinduannya terhadapmu terobati walaupun hanya bisa mendengarkan suaramu dari jauh. Dan bagi ibu yang sudah meninggal, doakanlah mereka.

2) Bagi para ibu yang membiarkan anak-anak sehingga tidak mendapatkan kasih sayang yang pantas, atau berlaku kasar terhadap anak-anak yang Tuhan percayakan kepadamu, bertobat dan berbaliklah untuk memberikan ruang di hatimu agar anak-anakmu merasakan lagi cinta seorang ibu.

Akhirnya, tidak ada yang lebih indah untuk selalu bersyukur serta membahagiakan ibumu saat ini, karena hanya dengan cara itu, doa ibumu akan membuka kran rahmat surgawi untuk mengalir ke dalam rumah, hidup dan hari-harimu.

MGMP PAK KOTA JOGJA














Senin, 10 Februari 2020

MENCARI dan MENGGALI pACAran


Masa remaja adalah masa yang indah. Mengapa dikatakan indah? Karena, pada masa-masa inilah seorang remaja akan mengalami perubahan-perubahan dalam dirinya. Secara biologis, tentu kita sudah tahu bahwa remaja putri akan mengalami haid, beberapa bagian tubuhnya mulai menonjol, dan lain sebagainya. Sedangkan, seorang remaja putra akan mulai tumbuh jenggot dan jakun, suara yang lebih membesar, dan beberapa perubahan lainnya. Pada masa ini juga, remaja akan mulai mengenal apa yang dinamakan cinta monyet. Apa itu cinta monyet? Apa itu pacaran? Mengapa bisa suka kepada lawan jenis? Dan, pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan bahwa pacaran adalah sebuah hubungan yang dijalin oleh seorang perempuan dengan laki-laki, di dalamnya ada rasa kasih dan sayang satu sama lain. Sedangkan, "berpacaran" memiliki arti berkasih-kasihan, bercinta, atau bersuka-sukaan. Tetapi, pernahkan Anda tahu bagaimana awal mula kata pacaran? Kata pacaran dalam bahasa Inggris diterjemahkan dari kata "indehoi". Kata "indehoi" ternyata tidak muncul dengan sendiri, tetapi kata ini berasal dari bangsa Mesir.

Di Mesir, terdapat tumbuh-tumbuhan yang bernama "hoi". Hoi adalah tumbuhan yang tumbuh subur di sepanjang sungai Nil. Tumbuhan hoi tingginya setinggi perawakan manusia, antara 100-150 cm, berdaun hijau lebat, dan terus tumbuh sepanjang tahun. Di Mesir, biasanya seorang laki-laki yang tengah dekat dengan seorang wanita, kemudian mulai ada rasa tertarik dan rasa suka, hingga akhirnya mereka melakukan hubungan badan di balik pohon-pohon hoi. Nah, dari definisi dan sejarah tentang pacaran, kita bisa melihat bahwa konotasi "berpacaran" bersifat sangat bebas dan tidak alkitabiah. Oleh karena itu, sebagai gantinya kita bisa menyebutnya dengan teman dekat atau sahabat.

PACARAN ?

Sepanjang Alkitab, mulai dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu, tidak pernah ditemukan tentang arti kata "pacaran", walaupun beberapa orang menyebut bahwa pacaran adalah sebuah proses sebelum menuju atau memasuki jenjang pernikahan. Faktanya, Alkitab tidak pernah menuliskan tentang kata "pacaran". Namun, Alkitab menuliskan sebuah ulasan yang indah tentang persahabatan. Dalam persahabatan, kita bisa mengasihi dan kita bisa juga bersahabat dengan seorang pria atau wanita. Tidak jarang dari persahabatan muncullah rasa suka, tertarik, dan menyayangi, sekalipun dengan sahabat kita yang lawan jenis.
Berangkat dari definisi istilah tersebut, pacaran selalu dikaitkan dengan hal-hal yang bisa membangkitkan hawa nafsu seperti berciuman, berpelukan, atau bermesra-mesraan. Oleh karena itu, Alkitab telah mengingatkan kita bahwa hidup kita adalah bait Roh Kudus, sehingga kita harus menjaga kekudusan hidup, melakukan apa yang benar dan mulia, dan memikirkan hal-hal yang bijak.

Di dalam Alkitab, Tuhan memang tidak menetapkan secara jelas mengenai hal berpacaran. Akan tetapi, firman Tuhan memberikan standarisasi hidup yang harus kita lakukan sebagai pemuda-pemudi Kristen yang memiliki identitas Kristus, yaitu:
  • Tubuh kita adalah Bait Roh Kudus (1 Korintus 6:9)
  • Melakukan yang benar, sebab tidak semua hal berguna bagi hidup kita (1 Korintus 6:12)
  • Hidup kudus dan menjaga kekudusan hidup (1 Petrus 1:15)
  • Menjauhi percabulan (1 Tesalonika 4:3)

Pacaran bukan masalah boleh atau tidak boleh, tetapi sudahkah kita menjalin sebuah hubungan pendekatan dengan lawan jenis yang sehat dan memuliakan nama Tuhan di dalamnya? Sampai taraf di mana pacaran yang kita lakukan? Oleh sebab itu, marilah kita mengintrospeksi diri dan terus memuliakan Tuhan dalam setiap hidup kita.

MERUMUSKAN

Frasa berpacaran jikalau dilihat dari etimologi katanya ternyata memiliki unsur yang negatif karena dalam berpacaran pada konteks masa lalu, sepasang kekasih akan melakukan hubungan badan. Oleh sebab itu, frasa "berpacaran" harus dikaji ulang.

Lalu, bolehkah seorang remaja putri menjalin kedekatan dengan seorang remaja putra? Jawabannya tentu saja boleh, asalkan kita bisa mengikuti rambu-rambu yang sudah Allah berikan dalam Alkitab. Mengasihi lawan jenis tentu diperbolehkan, tetapi kita harus introspeksi diri karena kita sudah memiliki patokan dalam menjalin kedekatan dengan lawan jenis, atau apakah kita justru hanyut dalam berbagai problematika remaja?

Inilah saatnya untuk bangkit dan menjadi generasi-generasi muda yang memiliki karakter Kristus. Generasi yang memiliki integritas dan selektif dalam menjalin sebuah hubungan. Dan, satu hal yang utama, biarlah kita menjaga kekudusan kita hingga kita masuk dalam pernikahan yang kudus dan pernikahan yang menerima berkat sulung pernikahan.

Minggu, 09 Februari 2020

PACARAN SEHAT BERDASAR KITAB SUCI


Kata pacaran atau kencan memang tidak akan kita temukan dalam pencarian Alkitab elektronik ataupun saat berusaha mencari-carinya, kita tidak akan pernah menemukan satu kata ini tertulis dalam Akitab. Mungkin sebagian di antara kita berharap Alkitab membahas topik ini, atau setidaknya menyebutnya dalam satu pasal.
Konsep pacaran memang tampaknya belum ada 2000 tahun yang lalu. Karena proses bertemu pasangan hanya dilakukan melalui garis keturunan keluarga dan status ekonomi. Mencari jodoh pada zaman Alkitab lebih bersifat seperti sistem barter daripada melakukan sebuah janji nonton bareng atau makan malam. Jika kita benar-benar ingin ‘pacaran Alkitabiah’, maka ajakan keluar nongkrong di malam minggu pasti akan perlu menyertakan seluruh keluarga besar atau orang-orang terdekat.
Walaupun Alkitab nggak bicara langsung soal ‘pacaran’, Alkitab tetap saja menyinggung tentang persoalan hubungan dan prinsip-prinsipnya dengan bahasa yang berbeda dan dalam makna yang sama. 1 Korintus 10: 31 mengingatkan kita bahwa apapun yang kita lakukan, dapat digunakan sebagai sarana untuk memuliakan Allah. Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa hidup bukan hanya tentang menaati peraturan atau perintah tetapi yang terpenting adalah tentang melakukan apa yang baik, sehat dan benar (1 Korintus 10: 23).
Itu sebabnya dalam hal pacaran, anak muda kristen juga harus menjalaininya dengan cara yang sehat dan benar sesuai dengan Alkitab. Berikut 5 prinsip pacaran sehat menurut Alkitab.

#1 Menjadi orang yang sehat
Cara terbaik untuk memiliki hubungan kencan yang sehat adalah lebih dulu jadi orang yang sehat. Firman Tuhan mengingatkan kita tentang perlunya bagi kita untuk membuang dosa-dosa lama dan kebiasaan buruk. Tinggalkan semuanya itu dan jadi baru setiap hari (Efesus 4:22-24).
Menjadi lebih seperti Kristus membuat kita bisa mencerminkan kasih pada orang lain, bisa jadi jawaban bagi orang lain dan jadi pribadi yang utuh. Inilah yang harus lebih dulu kita capai baru kemudian kita bisa menjalani sebuah hubungan yang sehat dan baik dengan seseorang.



#2 Berkencan dengan orang yang sehat
Firman Allah mengingatkan kita tentang pentingnya berhubungan dengan orang-orang yang sejalan dengan kehidupan rohani kita (2 Korintus 6:14, 1 Korintus 15:33). Percayalah bahwa semakin sehat seseorang secara emosional dan spiritual, maka hubungannya pun dengan orang lain akan berhasil.

Untuk itulah, kita dituntut untuk memacari seseorang yang sehat dan punya kondisi emosional dan rohani yang sama setidaknya stabil.

#3 Kencan sebagai kesempatan untuk mendukung orang lain
Nggak peduli di mana kita berada atau dengan siapa kita, yang perlu kita tahu adalah kalau kita semua dipanggil untuk mencerminkan kasih Allah, mendorong dan membangkitkan semangat orang-orang di sekitar kita (1 Tesalonika 5:11). Pacaran bukan cuma sarana yang bisa kita pakai untuk membawa orang lain mengenal Yesus. Tapi berpacaran juga bisa jadi satu hubungan yang berhasil membuat seseorang bangkit dan sama-sama bertumbuh. Saat kita bisa hadir sebagai kekasih sekaligus sahabat, maka orang yang kita kasihi pun akan menyadari kalau kita adalah orang yang tepat untuknya.

#4 Jagalah batas-batas fisik

Hampir semua isi Alkitab bicara soal kekudusan baik dalam hal kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan pernikahan (Ibrani 13: 4, Kidung Agung 8:4). Saat kita menjalani hubungan berpacaran, kita juga dituntut untuk menghormati dan menghargai masa depan kita, yaitu sebuah pernikahan kudus yang akan kita jalani nanti. Itu sebabnya kita diminta untuk terus menjaga kekudusan selama berpacaran dengan menghindari kontak-kontak fisik yang tak seharusnya. 

#5 Libatkan Tuhan dalam hubunganmu
Kita mungkin sering bilang ke Tuhan, "Tuhan sertai aku dalam setiap langkah hidupku. Aku benar-benar memerlukanMu." Tahukah kamu memerlukan Tuhan untuk bekerja dalam hidup kita juga berlaku saat kita menjalin hubungan dengan seseorang. Firman Tuhan selalu menghimbau kita untuk membawa segala kebutuhan kita, keprihatinan, dan keinginan kita kepada-Nya (Matius 7:7). Dia peduli pada hal-hal yang menjadi perhatian kita, dan Dia rindu untuk berhubungan dengan kita dengan cara yang penuh arti. Hubungan kita dapat menjadi instrumen yang membawa kita lebih dekat dengan Allah, karena kita mencari hikmat-Nya, tuntunan dan kebenaran-Nya dalam hidup kita (Mazmur 34:10).

Istilah kencan Kristen memang nggak tertulis dalam Alkitab. Tapi sejumlah ayat di Alkitab secara tersirat menganjurkan kita untuk benar-benar hidup sesuai dengan kehendak-Nya; melakukan yang baik, benar dan yang memuliakan Dia.

Senin, 03 Februari 2020

antara KASIH dan CINTA


Di jaman sekarang ini Arti cinta lebih ke arah Nafsu dan Ambisi, tanpa memikirkan hal yang lainnya. Banyak yang salah mengartikan tentang Cinta!
dan yang paling mengerti cinta hanyalah ......
Lha!...
Sedangkan Kasih adalah sebuah perasaan yang dimiliki oleh setiap makhluk, perasaan ini timbul apabila makhluk tersebut mempunyai rasa memiliki dan menyayangi. Kasih juga bisa dikatakan hubungan keterkaitan antara manusia tersebut dengan sesuatu. Dan makna dari kasih sangatlah luas, bukan hanya antara manusia dengan manusia, tetapi bisa juga antara Tuhan dengan manusia itu sendiri. Dan dengan adanya kasih tersebut membuat manusia mempunyai tujuan hidup yang harus di perjuangkan.
Cinta dan Kasih adalah dua kata yang hampir sama tetapi mempunyai makna yang berbeda, cinta adalah perasaan yang lahir dari hati seseorang , timbul dengan sendirinya, tidak melihat waktu dan usia, suatu masa untuk ingin menyayangi dan memiliki, seperti perasaan cinta ibu kepada anak nya, perasaan cinta Tuhan kepada umat nya yang bertaqwa. cinta yang tulus akan menimbulkan nilai-nilai kejiwaan yang selalu tulus dan berserah.
Kasih sayang adalah dua kata yang berarti, kasih itu murah hati, kasih itu mau mengerti, kasih itu pemaaf, kasih itu mau memberi, dan banyak lagi arti kasih. sedangkan sayang adalah penuh pengertian, mau percaya, mau bicara dan banyak lagi.
"Jangan pernah menuntut perhatian dan kasih sayang seseorang, bila kamu tidak memulai yang kamu tuntut"
Kasih adalah sebuah kata yang sering terdengar di telinga kita. Kasih bukanlah suatu hal yang tabu untuk diucapkan, apalagi dirasakan. Kasih akan membuat kita merasa nyaman, damai dan tentram dalam menjalani setiap detik kehidupan yang telah di berikan kepada kita.
Makna kasih yang sesungguhnya adalah bagaimana kita memberikan yang terbaik untuk orang lain, baik itu membahagiakan, tidak merebut kebahagiaan orang lain dan membuka pintu hati untuk sebuah kasih. Kasih adalah suatu perasaan, tetapi kasih sangat beda dengan CINTA!
Kasih lebih bersifat rasa kepedulian seorang insan tanpa ingin meminta imbalan/Pamrih pada yang dikasihinya. Maka dari itu setiap insan ingin diri mereka disayangi. Karena dengan rasa sayang itu setiap insan dapat merasakan kebahagiaan yang hakiki. Apabila sifat kasih sayang mulai luntur dan sifat dendam, ego dan kebenciannya lebih besar maka akan menjanjikan kehancuran pada manusia itu, hingga merambat pada masyarakat lain dan bahkan akan menghancurkan bangsa.
Lalu apakah pengertian kasih itu sebenarnya?
Kasih mempunyai makna yang beragam. Kasih berarti menyayangi, Kasih berarti mencintai, Kasih berarti membahagiakan orang yang kita kasihi. Kasih kepada Tuhan berarti mencintai Tuhan dengan cara menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,Kasih kepada orang tua berarti menyangi mereka dengan setulus hati dan berusaha untuk tidak menyakiti hatinya.
Kasih kepada sahabat berarti menjaga mereka dengan kasih sayang dan tidak mengkhianati. Kasih kepada pasangan berarti menjaga kepercayaan dengan setulus hati. Kasih mempunyai sejuta makna yang berbeda bagi tiap orang Secara umum kasih berarti menyayangi dengan setulus hati.
Kasih tidak mewajibkan kita untuk selalu mengalah. Tapi lebih ke arah TEGAS. Kasih akan menyatukan satu orang, dua orang, atau bahkan sejuta orang dalam ruang lingkup kedamaian. Dan tujuan yang bisa saya artikan dari makna Kasih itu adalah diciptakan untuk membuat kita saling mengasihi. Karena dengan Kasih kita akan selalu berbuat yang terbaik, baik itu hubungan antara kita dengan Tuhan, manusia, alam dan makhluk hidup lainnya di dunia ini.
Seandainya kita memiliki kasih yang sempurna, tidak akan ada pertikaian diantara Manusia. Kita pasti Saling mengasihi satu sama lain, menghormati sesama ciptaan Tuhan, menghargai setiap perasaan dan semua yang ada di sekeliling kita.
Saya sendiri masih belajar tentang kasih yang sesungguhnya. Dimana kasih tak akan pernah berhenti sampai akhir dari kehidupan saya sendiri

4 KASIH

“Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.” (2 Yohanes 1: 6b)

Ada banyak definisi kasih yang disampaikan oleh orang-orang pintar. Salah satunya disampaikan Carl Menninger, katanya bahwa “Cinta menyembuhkan orang, baik mereka yang memberi ataupun yang menerimanya.” Secara logika, pengertian ini mungkin bisa kita terima. Tapi pernah nggak kamu bertanya, kalau menurut pandangan Tuhan sendiri apa sih arti cinta atau kasih itu?

Sebagaimana disebutkan dalam Alkitab, ada 4 definisi kasih (cinta) yang perlu kita tahu yaitu:

1. Kasih adalah perintah
Tuhan memerintahkan kita supaya saling mengasihi. “Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya.” (2 Yohanes 1: 6a)
Kita mungkin nggak akan selalu bisa mengontrol emosi kita, dan Tuhan pun tak mungkin selalu memerintahkan kita untuk melakukan segala sesuatunya. Bayangkan gimana kalau Tuhan harus memerintahkan seorang anak kecil yang nangis supaya tiba-tiba senang. Katanya, “Aku perintahkan kau senang.” Sekalipun Tuhan punya kuasa melakukan hal itu, Dia memilih supaya kita sendirilah yang berinisiatif untuk melakukannya. Begitu juga dengan mengasihi. Tuhan mau kita mengasihi orang lain lebih dulu, tanpa harus diperintah.

2. Kasih adalah pilihan
Di 1 Korintus 14: 1 dikatakan, “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.”
Kalau kamu bertindak ‘mengejar’ sesuatu. Itu artinya kamu membuat pilihan. Begitulah halnya dengan ‘kasih’. Mengasihi adalah pilihan. Kita diberi pilihan untuk mengasihi atau tidak. Kitalah yang memilih mencintai orang lain sama seperti Tuhan yang memilih untuk mengasihi kita.

3. Kasih itu adalah tindakan
Kasih atau cinta harus dibuktikan oleh tindakan/perbuatan. Alkitab berkata, “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” (1 Yohanes 3: 18).
Setiap hari Tuhan menyediakan kesempatan supaya kita bisa menunjukkan kasih ke semua orang di sekitar kita. Hanya saja kitalah yang suka abai dan terlalu sibuk sama diri kita sendiri. Apakah kamu pernah berpikir seenggaknya lebih dulu menanyakan kabar ke orang lain? Pernahkah kamu tergerak pengen menyapa seseorang lebih dulu? Atau pengen membantu orang lain saat mereka tampak kesulitan? Ada banyak dari kita yang melewatkan kesempatan itu karena kita terlalu egois.

4. Kasih adalah komitmen
Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 4: 16b bahwa, “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.”
Hubungan kita dengan Tuhan sangat dipengaruhi oleh hubungan kita dengan orang lain. Kalau kita berkomitmen untuk mengasihi dan tetap mengasihi orang lain, maka kasih yang kita punya itu menyatu dengan kasihnya Tuhan. Saat itulah Tuhan akan tetap tinggal bersama dengan kita, karena Tuhan itu adalah kasih itu sendiri.
Apakah kasih kita sudah sesuai dengan pengertian kasih yang dari Tuhan?
Yuk, belajar menerapkan keempat kasih ini dalam hubungan kita dengan orang-orang di sekitar.

St. Agatha


Agata lahir di Kantania, pulau Sisilia, pada pertengahan abad ketiga. Riwayatnya dan kisah kesengsaraannya karena iman akan Kristus tidak diketahui secara pasti. Semuanya baru muncul bertahun-tahun sepeninggal perawan suci ini.
Tradisi lama menurunkan satu-dua riwayat seperti berikut: Agata adalah puteri seorang bangsawan kaya yang berkuasa di Palermo atau Kantania, Sisilia. Penderitaannya sebagai seorang Martir berawal pada masa pemerintahan kaisar Decius (249 – 251). Penderitaan itu berawal dari peristiwa penolakannya terhadap lamaran Quintianus, seorang pegawai tinggi kerjaan Romawi. Ia menolak lamaran itu karena ia telah berjanji untuk tetap hidup suci di hadapan Tuhan.
Akibatnya ia di tangkap dan dipenjarakan dengan maksud untuk mencemari kesuciannya. Semua usaha picik itu sia-sia belaka. Dengan bantuan rahmat Tuhan, Agata tetap menunjukkan dirinya sebagai mempelai Kristus yang teguh dan suci murni.
Quintianus semakin berang dan terus menyiksa Agata hingga mati. Agata menghadapi ajalnya dengan perkasa dan menerima mahkota keperawanan dan kemartirannya pada tahun 250.
Karena dipercaya bahwa Agata mempunyai kekuatan untuk mencegah dan mengendalikan letusan-letusan gunung api Etna di Sisilia, ia dimuliakan dan dihormati sebagai pelindung manusia dari ancaman-ancaman api.

YOHANES de BRITTO


Santo Yohanes de Britto (João de Britto) lahir  di Lisbon Portugal pada tanggal 1 Maret 1647 dalam sebuah keluarga bangsawan Portugal yang sangat berpengaruh. Ayahnya, Salvador de Britto Pereira, meninggal saat menjabat sebagai Viceroy (Gubernur) Portugis di Brasil.

De Britto bergabung dengan biara Yesuit pada 1662, dan melanjutkan studinya di Universitas Coimbra. Setelah ditahbiskan menjadi seorang imam, ia diutus ke daerah misi di Madurai, India Selatan, (kini Tamil Nadu), pada tahun 1673 untuk berkotbah dan menyebarkan agama Kristen di wilayah tersebut. Misi ini biasa disebut dengan The Madurai Misision (Misi Madurai).

Misi Madurai adalah upaya yang cukup berani dari para Jesuit untuk mendirikan sebuah Gereja Katolik India yang bebas dari kultur budaya Eropa. Karena itu de Britto lalu belajar bahasa setempat, sedapat mungkin hidup sebagai Brahmana dan menyesuaikan penginjilannya dengan cara berpikir orang India. Hasilnya sangat menggembirakan; Rakyat berbondong-bondong minta dibaptis.

Semula penguasa setempat bersikap acuh terhadap karya missionaris para Jesuit. Sampai saat timbulnya keluhan dari keluarga kerajaan.  Ada seorang pangeran dari Marava yang mempunyai beberapa orang istri, minta dibaptis.  Yohanes de Britto meluluskan permintaan itu, namun memberi syarat agar sang pangeran bersedia hidup dengan hanya satu orang istri saja dan melepaskan isteri-isterinya yang lain. Pangeran itu bersedia. Tetapi salah seorang istrinya tidak menerima perceraiannya. Sang mantan istri, yang adalah kemenakan dari raja Sethupathi Marava, mengadukan perceraiannya kepada raja dan menunjuk pater de Britto sebagai biang keladinya.  Perceraiaan kemenakannya membuat raja menjadi sangat marah, bukan saja kepada Pater de Britto, melainkan juga kepada semua orang yang bertobat menjadi Kristen.

Maka mulailah pengejaran dan penganiayaan. De Britto ditangkap dan dijatuhi hukuman pancung di Oriur (India Selatan) atas tuduhan berusaha mengubah agama negara. Yohanes sempat menulis surat yang amat mengharukan bagi teman-teman misionaris pada malam menjelang wafatnya.