TYM

TYM
BERKATNYA MELIMPAH

Senin, 10 Februari 2020

MENCARI dan MENGGALI pACAran


Masa remaja adalah masa yang indah. Mengapa dikatakan indah? Karena, pada masa-masa inilah seorang remaja akan mengalami perubahan-perubahan dalam dirinya. Secara biologis, tentu kita sudah tahu bahwa remaja putri akan mengalami haid, beberapa bagian tubuhnya mulai menonjol, dan lain sebagainya. Sedangkan, seorang remaja putra akan mulai tumbuh jenggot dan jakun, suara yang lebih membesar, dan beberapa perubahan lainnya. Pada masa ini juga, remaja akan mulai mengenal apa yang dinamakan cinta monyet. Apa itu cinta monyet? Apa itu pacaran? Mengapa bisa suka kepada lawan jenis? Dan, pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan bahwa pacaran adalah sebuah hubungan yang dijalin oleh seorang perempuan dengan laki-laki, di dalamnya ada rasa kasih dan sayang satu sama lain. Sedangkan, "berpacaran" memiliki arti berkasih-kasihan, bercinta, atau bersuka-sukaan. Tetapi, pernahkan Anda tahu bagaimana awal mula kata pacaran? Kata pacaran dalam bahasa Inggris diterjemahkan dari kata "indehoi". Kata "indehoi" ternyata tidak muncul dengan sendiri, tetapi kata ini berasal dari bangsa Mesir.

Di Mesir, terdapat tumbuh-tumbuhan yang bernama "hoi". Hoi adalah tumbuhan yang tumbuh subur di sepanjang sungai Nil. Tumbuhan hoi tingginya setinggi perawakan manusia, antara 100-150 cm, berdaun hijau lebat, dan terus tumbuh sepanjang tahun. Di Mesir, biasanya seorang laki-laki yang tengah dekat dengan seorang wanita, kemudian mulai ada rasa tertarik dan rasa suka, hingga akhirnya mereka melakukan hubungan badan di balik pohon-pohon hoi. Nah, dari definisi dan sejarah tentang pacaran, kita bisa melihat bahwa konotasi "berpacaran" bersifat sangat bebas dan tidak alkitabiah. Oleh karena itu, sebagai gantinya kita bisa menyebutnya dengan teman dekat atau sahabat.

PACARAN ?

Sepanjang Alkitab, mulai dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu, tidak pernah ditemukan tentang arti kata "pacaran", walaupun beberapa orang menyebut bahwa pacaran adalah sebuah proses sebelum menuju atau memasuki jenjang pernikahan. Faktanya, Alkitab tidak pernah menuliskan tentang kata "pacaran". Namun, Alkitab menuliskan sebuah ulasan yang indah tentang persahabatan. Dalam persahabatan, kita bisa mengasihi dan kita bisa juga bersahabat dengan seorang pria atau wanita. Tidak jarang dari persahabatan muncullah rasa suka, tertarik, dan menyayangi, sekalipun dengan sahabat kita yang lawan jenis.
Berangkat dari definisi istilah tersebut, pacaran selalu dikaitkan dengan hal-hal yang bisa membangkitkan hawa nafsu seperti berciuman, berpelukan, atau bermesra-mesraan. Oleh karena itu, Alkitab telah mengingatkan kita bahwa hidup kita adalah bait Roh Kudus, sehingga kita harus menjaga kekudusan hidup, melakukan apa yang benar dan mulia, dan memikirkan hal-hal yang bijak.

Di dalam Alkitab, Tuhan memang tidak menetapkan secara jelas mengenai hal berpacaran. Akan tetapi, firman Tuhan memberikan standarisasi hidup yang harus kita lakukan sebagai pemuda-pemudi Kristen yang memiliki identitas Kristus, yaitu:
  • Tubuh kita adalah Bait Roh Kudus (1 Korintus 6:9)
  • Melakukan yang benar, sebab tidak semua hal berguna bagi hidup kita (1 Korintus 6:12)
  • Hidup kudus dan menjaga kekudusan hidup (1 Petrus 1:15)
  • Menjauhi percabulan (1 Tesalonika 4:3)

Pacaran bukan masalah boleh atau tidak boleh, tetapi sudahkah kita menjalin sebuah hubungan pendekatan dengan lawan jenis yang sehat dan memuliakan nama Tuhan di dalamnya? Sampai taraf di mana pacaran yang kita lakukan? Oleh sebab itu, marilah kita mengintrospeksi diri dan terus memuliakan Tuhan dalam setiap hidup kita.

MERUMUSKAN

Frasa berpacaran jikalau dilihat dari etimologi katanya ternyata memiliki unsur yang negatif karena dalam berpacaran pada konteks masa lalu, sepasang kekasih akan melakukan hubungan badan. Oleh sebab itu, frasa "berpacaran" harus dikaji ulang.

Lalu, bolehkah seorang remaja putri menjalin kedekatan dengan seorang remaja putra? Jawabannya tentu saja boleh, asalkan kita bisa mengikuti rambu-rambu yang sudah Allah berikan dalam Alkitab. Mengasihi lawan jenis tentu diperbolehkan, tetapi kita harus introspeksi diri karena kita sudah memiliki patokan dalam menjalin kedekatan dengan lawan jenis, atau apakah kita justru hanyut dalam berbagai problematika remaja?

Inilah saatnya untuk bangkit dan menjadi generasi-generasi muda yang memiliki karakter Kristus. Generasi yang memiliki integritas dan selektif dalam menjalin sebuah hubungan. Dan, satu hal yang utama, biarlah kita menjaga kekudusan kita hingga kita masuk dalam pernikahan yang kudus dan pernikahan yang menerima berkat sulung pernikahan.

Minggu, 09 Februari 2020

PACARAN SEHAT BERDASAR KITAB SUCI


Kata pacaran atau kencan memang tidak akan kita temukan dalam pencarian Alkitab elektronik ataupun saat berusaha mencari-carinya, kita tidak akan pernah menemukan satu kata ini tertulis dalam Akitab. Mungkin sebagian di antara kita berharap Alkitab membahas topik ini, atau setidaknya menyebutnya dalam satu pasal.
Konsep pacaran memang tampaknya belum ada 2000 tahun yang lalu. Karena proses bertemu pasangan hanya dilakukan melalui garis keturunan keluarga dan status ekonomi. Mencari jodoh pada zaman Alkitab lebih bersifat seperti sistem barter daripada melakukan sebuah janji nonton bareng atau makan malam. Jika kita benar-benar ingin ‘pacaran Alkitabiah’, maka ajakan keluar nongkrong di malam minggu pasti akan perlu menyertakan seluruh keluarga besar atau orang-orang terdekat.
Walaupun Alkitab nggak bicara langsung soal ‘pacaran’, Alkitab tetap saja menyinggung tentang persoalan hubungan dan prinsip-prinsipnya dengan bahasa yang berbeda dan dalam makna yang sama. 1 Korintus 10: 31 mengingatkan kita bahwa apapun yang kita lakukan, dapat digunakan sebagai sarana untuk memuliakan Allah. Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa hidup bukan hanya tentang menaati peraturan atau perintah tetapi yang terpenting adalah tentang melakukan apa yang baik, sehat dan benar (1 Korintus 10: 23).
Itu sebabnya dalam hal pacaran, anak muda kristen juga harus menjalaininya dengan cara yang sehat dan benar sesuai dengan Alkitab. Berikut 5 prinsip pacaran sehat menurut Alkitab.

#1 Menjadi orang yang sehat
Cara terbaik untuk memiliki hubungan kencan yang sehat adalah lebih dulu jadi orang yang sehat. Firman Tuhan mengingatkan kita tentang perlunya bagi kita untuk membuang dosa-dosa lama dan kebiasaan buruk. Tinggalkan semuanya itu dan jadi baru setiap hari (Efesus 4:22-24).
Menjadi lebih seperti Kristus membuat kita bisa mencerminkan kasih pada orang lain, bisa jadi jawaban bagi orang lain dan jadi pribadi yang utuh. Inilah yang harus lebih dulu kita capai baru kemudian kita bisa menjalani sebuah hubungan yang sehat dan baik dengan seseorang.



#2 Berkencan dengan orang yang sehat
Firman Allah mengingatkan kita tentang pentingnya berhubungan dengan orang-orang yang sejalan dengan kehidupan rohani kita (2 Korintus 6:14, 1 Korintus 15:33). Percayalah bahwa semakin sehat seseorang secara emosional dan spiritual, maka hubungannya pun dengan orang lain akan berhasil.

Untuk itulah, kita dituntut untuk memacari seseorang yang sehat dan punya kondisi emosional dan rohani yang sama setidaknya stabil.

#3 Kencan sebagai kesempatan untuk mendukung orang lain
Nggak peduli di mana kita berada atau dengan siapa kita, yang perlu kita tahu adalah kalau kita semua dipanggil untuk mencerminkan kasih Allah, mendorong dan membangkitkan semangat orang-orang di sekitar kita (1 Tesalonika 5:11). Pacaran bukan cuma sarana yang bisa kita pakai untuk membawa orang lain mengenal Yesus. Tapi berpacaran juga bisa jadi satu hubungan yang berhasil membuat seseorang bangkit dan sama-sama bertumbuh. Saat kita bisa hadir sebagai kekasih sekaligus sahabat, maka orang yang kita kasihi pun akan menyadari kalau kita adalah orang yang tepat untuknya.

#4 Jagalah batas-batas fisik

Hampir semua isi Alkitab bicara soal kekudusan baik dalam hal kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan pernikahan (Ibrani 13: 4, Kidung Agung 8:4). Saat kita menjalani hubungan berpacaran, kita juga dituntut untuk menghormati dan menghargai masa depan kita, yaitu sebuah pernikahan kudus yang akan kita jalani nanti. Itu sebabnya kita diminta untuk terus menjaga kekudusan selama berpacaran dengan menghindari kontak-kontak fisik yang tak seharusnya. 

#5 Libatkan Tuhan dalam hubunganmu
Kita mungkin sering bilang ke Tuhan, "Tuhan sertai aku dalam setiap langkah hidupku. Aku benar-benar memerlukanMu." Tahukah kamu memerlukan Tuhan untuk bekerja dalam hidup kita juga berlaku saat kita menjalin hubungan dengan seseorang. Firman Tuhan selalu menghimbau kita untuk membawa segala kebutuhan kita, keprihatinan, dan keinginan kita kepada-Nya (Matius 7:7). Dia peduli pada hal-hal yang menjadi perhatian kita, dan Dia rindu untuk berhubungan dengan kita dengan cara yang penuh arti. Hubungan kita dapat menjadi instrumen yang membawa kita lebih dekat dengan Allah, karena kita mencari hikmat-Nya, tuntunan dan kebenaran-Nya dalam hidup kita (Mazmur 34:10).

Istilah kencan Kristen memang nggak tertulis dalam Alkitab. Tapi sejumlah ayat di Alkitab secara tersirat menganjurkan kita untuk benar-benar hidup sesuai dengan kehendak-Nya; melakukan yang baik, benar dan yang memuliakan Dia.

Senin, 03 Februari 2020

antara KASIH dan CINTA


Di jaman sekarang ini Arti cinta lebih ke arah Nafsu dan Ambisi, tanpa memikirkan hal yang lainnya. Banyak yang salah mengartikan tentang Cinta!
dan yang paling mengerti cinta hanyalah ......
Lha!...
Sedangkan Kasih adalah sebuah perasaan yang dimiliki oleh setiap makhluk, perasaan ini timbul apabila makhluk tersebut mempunyai rasa memiliki dan menyayangi. Kasih juga bisa dikatakan hubungan keterkaitan antara manusia tersebut dengan sesuatu. Dan makna dari kasih sangatlah luas, bukan hanya antara manusia dengan manusia, tetapi bisa juga antara Tuhan dengan manusia itu sendiri. Dan dengan adanya kasih tersebut membuat manusia mempunyai tujuan hidup yang harus di perjuangkan.
Cinta dan Kasih adalah dua kata yang hampir sama tetapi mempunyai makna yang berbeda, cinta adalah perasaan yang lahir dari hati seseorang , timbul dengan sendirinya, tidak melihat waktu dan usia, suatu masa untuk ingin menyayangi dan memiliki, seperti perasaan cinta ibu kepada anak nya, perasaan cinta Tuhan kepada umat nya yang bertaqwa. cinta yang tulus akan menimbulkan nilai-nilai kejiwaan yang selalu tulus dan berserah.
Kasih sayang adalah dua kata yang berarti, kasih itu murah hati, kasih itu mau mengerti, kasih itu pemaaf, kasih itu mau memberi, dan banyak lagi arti kasih. sedangkan sayang adalah penuh pengertian, mau percaya, mau bicara dan banyak lagi.
"Jangan pernah menuntut perhatian dan kasih sayang seseorang, bila kamu tidak memulai yang kamu tuntut"
Kasih adalah sebuah kata yang sering terdengar di telinga kita. Kasih bukanlah suatu hal yang tabu untuk diucapkan, apalagi dirasakan. Kasih akan membuat kita merasa nyaman, damai dan tentram dalam menjalani setiap detik kehidupan yang telah di berikan kepada kita.
Makna kasih yang sesungguhnya adalah bagaimana kita memberikan yang terbaik untuk orang lain, baik itu membahagiakan, tidak merebut kebahagiaan orang lain dan membuka pintu hati untuk sebuah kasih. Kasih adalah suatu perasaan, tetapi kasih sangat beda dengan CINTA!
Kasih lebih bersifat rasa kepedulian seorang insan tanpa ingin meminta imbalan/Pamrih pada yang dikasihinya. Maka dari itu setiap insan ingin diri mereka disayangi. Karena dengan rasa sayang itu setiap insan dapat merasakan kebahagiaan yang hakiki. Apabila sifat kasih sayang mulai luntur dan sifat dendam, ego dan kebenciannya lebih besar maka akan menjanjikan kehancuran pada manusia itu, hingga merambat pada masyarakat lain dan bahkan akan menghancurkan bangsa.
Lalu apakah pengertian kasih itu sebenarnya?
Kasih mempunyai makna yang beragam. Kasih berarti menyayangi, Kasih berarti mencintai, Kasih berarti membahagiakan orang yang kita kasihi. Kasih kepada Tuhan berarti mencintai Tuhan dengan cara menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,Kasih kepada orang tua berarti menyangi mereka dengan setulus hati dan berusaha untuk tidak menyakiti hatinya.
Kasih kepada sahabat berarti menjaga mereka dengan kasih sayang dan tidak mengkhianati. Kasih kepada pasangan berarti menjaga kepercayaan dengan setulus hati. Kasih mempunyai sejuta makna yang berbeda bagi tiap orang Secara umum kasih berarti menyayangi dengan setulus hati.
Kasih tidak mewajibkan kita untuk selalu mengalah. Tapi lebih ke arah TEGAS. Kasih akan menyatukan satu orang, dua orang, atau bahkan sejuta orang dalam ruang lingkup kedamaian. Dan tujuan yang bisa saya artikan dari makna Kasih itu adalah diciptakan untuk membuat kita saling mengasihi. Karena dengan Kasih kita akan selalu berbuat yang terbaik, baik itu hubungan antara kita dengan Tuhan, manusia, alam dan makhluk hidup lainnya di dunia ini.
Seandainya kita memiliki kasih yang sempurna, tidak akan ada pertikaian diantara Manusia. Kita pasti Saling mengasihi satu sama lain, menghormati sesama ciptaan Tuhan, menghargai setiap perasaan dan semua yang ada di sekeliling kita.
Saya sendiri masih belajar tentang kasih yang sesungguhnya. Dimana kasih tak akan pernah berhenti sampai akhir dari kehidupan saya sendiri

4 KASIH

“Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.” (2 Yohanes 1: 6b)

Ada banyak definisi kasih yang disampaikan oleh orang-orang pintar. Salah satunya disampaikan Carl Menninger, katanya bahwa “Cinta menyembuhkan orang, baik mereka yang memberi ataupun yang menerimanya.” Secara logika, pengertian ini mungkin bisa kita terima. Tapi pernah nggak kamu bertanya, kalau menurut pandangan Tuhan sendiri apa sih arti cinta atau kasih itu?

Sebagaimana disebutkan dalam Alkitab, ada 4 definisi kasih (cinta) yang perlu kita tahu yaitu:

1. Kasih adalah perintah
Tuhan memerintahkan kita supaya saling mengasihi. “Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya.” (2 Yohanes 1: 6a)
Kita mungkin nggak akan selalu bisa mengontrol emosi kita, dan Tuhan pun tak mungkin selalu memerintahkan kita untuk melakukan segala sesuatunya. Bayangkan gimana kalau Tuhan harus memerintahkan seorang anak kecil yang nangis supaya tiba-tiba senang. Katanya, “Aku perintahkan kau senang.” Sekalipun Tuhan punya kuasa melakukan hal itu, Dia memilih supaya kita sendirilah yang berinisiatif untuk melakukannya. Begitu juga dengan mengasihi. Tuhan mau kita mengasihi orang lain lebih dulu, tanpa harus diperintah.

2. Kasih adalah pilihan
Di 1 Korintus 14: 1 dikatakan, “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.”
Kalau kamu bertindak ‘mengejar’ sesuatu. Itu artinya kamu membuat pilihan. Begitulah halnya dengan ‘kasih’. Mengasihi adalah pilihan. Kita diberi pilihan untuk mengasihi atau tidak. Kitalah yang memilih mencintai orang lain sama seperti Tuhan yang memilih untuk mengasihi kita.

3. Kasih itu adalah tindakan
Kasih atau cinta harus dibuktikan oleh tindakan/perbuatan. Alkitab berkata, “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” (1 Yohanes 3: 18).
Setiap hari Tuhan menyediakan kesempatan supaya kita bisa menunjukkan kasih ke semua orang di sekitar kita. Hanya saja kitalah yang suka abai dan terlalu sibuk sama diri kita sendiri. Apakah kamu pernah berpikir seenggaknya lebih dulu menanyakan kabar ke orang lain? Pernahkah kamu tergerak pengen menyapa seseorang lebih dulu? Atau pengen membantu orang lain saat mereka tampak kesulitan? Ada banyak dari kita yang melewatkan kesempatan itu karena kita terlalu egois.

4. Kasih adalah komitmen
Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 4: 16b bahwa, “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.”
Hubungan kita dengan Tuhan sangat dipengaruhi oleh hubungan kita dengan orang lain. Kalau kita berkomitmen untuk mengasihi dan tetap mengasihi orang lain, maka kasih yang kita punya itu menyatu dengan kasihnya Tuhan. Saat itulah Tuhan akan tetap tinggal bersama dengan kita, karena Tuhan itu adalah kasih itu sendiri.
Apakah kasih kita sudah sesuai dengan pengertian kasih yang dari Tuhan?
Yuk, belajar menerapkan keempat kasih ini dalam hubungan kita dengan orang-orang di sekitar.

St. Agatha


Agata lahir di Kantania, pulau Sisilia, pada pertengahan abad ketiga. Riwayatnya dan kisah kesengsaraannya karena iman akan Kristus tidak diketahui secara pasti. Semuanya baru muncul bertahun-tahun sepeninggal perawan suci ini.
Tradisi lama menurunkan satu-dua riwayat seperti berikut: Agata adalah puteri seorang bangsawan kaya yang berkuasa di Palermo atau Kantania, Sisilia. Penderitaannya sebagai seorang Martir berawal pada masa pemerintahan kaisar Decius (249 – 251). Penderitaan itu berawal dari peristiwa penolakannya terhadap lamaran Quintianus, seorang pegawai tinggi kerjaan Romawi. Ia menolak lamaran itu karena ia telah berjanji untuk tetap hidup suci di hadapan Tuhan.
Akibatnya ia di tangkap dan dipenjarakan dengan maksud untuk mencemari kesuciannya. Semua usaha picik itu sia-sia belaka. Dengan bantuan rahmat Tuhan, Agata tetap menunjukkan dirinya sebagai mempelai Kristus yang teguh dan suci murni.
Quintianus semakin berang dan terus menyiksa Agata hingga mati. Agata menghadapi ajalnya dengan perkasa dan menerima mahkota keperawanan dan kemartirannya pada tahun 250.
Karena dipercaya bahwa Agata mempunyai kekuatan untuk mencegah dan mengendalikan letusan-letusan gunung api Etna di Sisilia, ia dimuliakan dan dihormati sebagai pelindung manusia dari ancaman-ancaman api.

YOHANES de BRITTO


Santo Yohanes de Britto (João de Britto) lahir  di Lisbon Portugal pada tanggal 1 Maret 1647 dalam sebuah keluarga bangsawan Portugal yang sangat berpengaruh. Ayahnya, Salvador de Britto Pereira, meninggal saat menjabat sebagai Viceroy (Gubernur) Portugis di Brasil.

De Britto bergabung dengan biara Yesuit pada 1662, dan melanjutkan studinya di Universitas Coimbra. Setelah ditahbiskan menjadi seorang imam, ia diutus ke daerah misi di Madurai, India Selatan, (kini Tamil Nadu), pada tahun 1673 untuk berkotbah dan menyebarkan agama Kristen di wilayah tersebut. Misi ini biasa disebut dengan The Madurai Misision (Misi Madurai).

Misi Madurai adalah upaya yang cukup berani dari para Jesuit untuk mendirikan sebuah Gereja Katolik India yang bebas dari kultur budaya Eropa. Karena itu de Britto lalu belajar bahasa setempat, sedapat mungkin hidup sebagai Brahmana dan menyesuaikan penginjilannya dengan cara berpikir orang India. Hasilnya sangat menggembirakan; Rakyat berbondong-bondong minta dibaptis.

Semula penguasa setempat bersikap acuh terhadap karya missionaris para Jesuit. Sampai saat timbulnya keluhan dari keluarga kerajaan.  Ada seorang pangeran dari Marava yang mempunyai beberapa orang istri, minta dibaptis.  Yohanes de Britto meluluskan permintaan itu, namun memberi syarat agar sang pangeran bersedia hidup dengan hanya satu orang istri saja dan melepaskan isteri-isterinya yang lain. Pangeran itu bersedia. Tetapi salah seorang istrinya tidak menerima perceraiannya. Sang mantan istri, yang adalah kemenakan dari raja Sethupathi Marava, mengadukan perceraiannya kepada raja dan menunjuk pater de Britto sebagai biang keladinya.  Perceraiaan kemenakannya membuat raja menjadi sangat marah, bukan saja kepada Pater de Britto, melainkan juga kepada semua orang yang bertobat menjadi Kristen.

Maka mulailah pengejaran dan penganiayaan. De Britto ditangkap dan dijatuhi hukuman pancung di Oriur (India Selatan) atas tuduhan berusaha mengubah agama negara. Yohanes sempat menulis surat yang amat mengharukan bagi teman-teman misionaris pada malam menjelang wafatnya.




BANGUNLAH

Bacaan Injil:Mrk 5:21-43

Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!
Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu, datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia.Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau. Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya. Dengan sangat ia memohon kepada-Nya, “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati. Datanglah kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”Lalu pergilah Yesus dengan orang itu.Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sampai habislah semua yang ada padanya; namun sama sekali tidak ada faedahnya, malah sebaliknya: keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus. Maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”Sungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakit itu.
Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya,”Siapa yang menjamah jubah-Ku?”Murid-murid-Nya menjawab,”Engkau melihat sendiri bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu! Bagaimana mungkin Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?” Lalu Yesus memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Maka perempuan tadi menjadi takut dan gemetar sejak ia mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya.Maka ia tampil dan tersungkur di depan Yesus.Dengan tulus ia memberitahukan segala sesuatu kepada Yesus.Maka kata Yesus kepada perempuan itu,”Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata, “Anakmu sudah mati!Apa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?” Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat, “Jangan takut, percaya saja!” Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta,kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.Dan tibalah mereka di rumah kepala rumah ibadat,dan di sana Yesus melihat orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.Sesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu,”Mengapa kamu ribut dan menangis?Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”Tetapi mereka menertawakan Dia.
Maka Yesus menyuruh semua orang itu keluar.Lalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu,
dan mereka yang bersama-sama dengan Yesus masuk ke dalam kamar anak itu. Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya, “Talita kum,”yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. Dengan sangat Yesus berpesan kepada mereka,supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu,
lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
Demikianlah Injil Tuhan.

RENUNGAN
Apa yang Anda akan lakukan bila mengalami sakit yang tak tersembuhkan? Atau bila maut mengancam nyawa Anda atau nyawa orang yang Anda kasihi? Tidakkah Anda akan mengusahakan cara pengobatan tercanggih atau mendatangi dokter terbaik?
Yairus sudah mengusahakan semua yang terbaik demi anak perempuannya yang sakit dan hampir mati. Sampai akhirnya ia rela datang tersungkur di depan kaki Yesus. Tentu ini bukan hal mudah. Bagaimana mungkin seorang kepala rumah ibadat membutuhkan seorang guru keliling? Bukankah nama besar dan posisi terhormat biasanya membuat orang sulit merendahkan diri? Namun ia percaya bahwa Yesus dapat berbuat sesuatu. Dan imannya terbukti, anaknya yang sudah mati dipegang oleh Yesus dan dibangkitkan.
Demikian pula dengan perempuan yang sudah sakit pendarahan selama 12 tahun. Bahkan ia telah berulang kali diobati hingga hartanya habis (ayat 26). Tidak ada harapan lagi. Hingga tinggal satu pribadi yang kabarnya dapat menolong, yaitu Yesus. Mendatangi Yesus secara terbuka tidak mungkin dilakukan, karena hukum Perjanjian Lama memandang sakit yang demikian adalah najis. Namun harapan kesembuhan yang membara mendorong dia untuk memberanikan diri menjamah Tuhan Yesus, yang dipercaya dapat berbuat sesuatu. Dan akhirnya, ia disembuhkan.
Di sini kita melihat kedua orang itu datang kepada Pribadi yang tepat. Pribadi yang “memegang” dan “disentuh” itu lebih dari sekadar seorang manusia. Sesungguhnya Dia juga adalah Tuhan atas penyakit dan kematian. Kita perlu mengakui bahwa segala sumber pertolongan lain gagal untuk kita andalkan. Seperti bagi Yairus dan perempuan yang sakit pendarahan, bagi kita pun selalu ada harapan untuk sebuah pertolongan. Oleh karena itu, kita perlu menaruh percaya kita bulat-bulat hanya kepada Yesus, Tuhan yang berkuasa. Masalahnya, sudahkah kita datang kepada-Nya dan memohon pertolongan-Nya?
DOA: 
Tuhan Yesus, berbicaralah kepada hatiku pada hari ini. Berikanlah kepadaku telinga untuk mendengar Engkau dan mengenali arahan dari-Mu. Tolonglah aku agar mampu bertumbuh dalam iman yang aktif, penuh keyakinan, dan berani mengambil risiko. Aku menaruh kepercayaan pada kebaikan dan belas kasih-Mu. Amin.

Senin, 27 Januari 2020

YA TUHAN AKU DATANG MELAKUKAN KEHENDAKMU

TOMAS AQUINO



Thomas lahir di Aquino, dekat Monte Cassino, Italia pada tahun 1225. Keluarganya adalah sebuah keluarga bangsawan yang kaya raya. Ayahnya adalah Pangeran Landulph, berasal dari Aquino, sedang ibunya adalah Theodors, adalah putri bangsawan dari Teano.

Ketika berusia 5 tahun, Thomas dikirim pada para rahib Benediktin di biara Monte Cassino. Disana Thomas memperlihatkan suatu kepandaian yang luar biasa. Ia belajar dan tekun berefleksi serta tertarik pada segala sesuatu tentang Tuhan. Ketika berusia 14 tahun, Abbas Monte Cassino, yang kagum akan kepintaran Thomas mengirimnya ke Universitas Napoli.

Di Universitas itu, Thomas berkembang pesat dalam pelajaran filsafat, logika, retorik, musik dan matematika. Ia bahkan jauh lebih pintar dari guru gurunya pada masa itu. Di Napoli, untuk pertama kalinya ia bertemu dengan karya karya Aristoteles yang sangat mempengaruhi pandangan pandangannya di kemudian hari.

Thomas yang tetap menjauhi semangat duniawi dan korupsi yang merajalela di Napoli, segera memutuskan untuk menjalani kehidupan membiara. Ia tertarik pada corak hidup dan karya pelayanan para biarawan Ordo Dominikan yang tinggal di sebuah biara dekat kampus universitas tempat ia belajar. VERITAS (kebenaran) yang menjadi motto bagi para Biarawan Dominikan sangat menarik perhatian Thomas. Keluarganya berusaha menghalang halangi dia agar tidak menjadi seorang biarawan Dominikan. Mereka lebih suka kalau Thomas menjadi seorang biarawan Benediktin di biara Monte Cassino. Untuk itu berkat pengaruh keluarganya, dia diberi kedudukan sebagai Abbas di biara Monte Cassino. Tetapi Thomas dengan gigih menolak hal itu. Agar bisa terhindar dari campur tangan keluarganya, ia pergi ke Paris untuk melanjutkan studi. Tetapi di tengah jalan, ia ditangkap oleh kedua kakaknya dan dipenjarakan di Rocca Secca selama 2 tahun. Selama berada di penjara itu, keluarganya memakai berbagai cara untuk melemahkan ketetapan hatinya. Meskipun demikian, Thomas tetap teguh pada pendirian dan panggilannya.

Di dalam penjara itu, Thomas menceritakan rahasianya kepada seorang sahabat, bahwa ia telah mendapat rahmat istimewa. Ia telah berdoa meminta kemurnian budi dan raga pada Tuhan. Dan Tuhan mengabulkan permohonannya dengan mengutus dua orang malaekat untuk meneguhkan dia dan membantunya agar tidak mengalami cobaan-cobaan yang kotor dan berat.

Selama berada di penjara, Thomas di ijinkan membaca buku-buku rohani dan terus menerus mengenakan jubah Ordo Dominikan. Ia menggunakan waktunya untuk mempelajari Kitab Suci, Metafisika Aristotelesdan buku-buku dari Petrus Lombardia. Ia sendiri membimbing saudarinya dalam merenungkan Kitab Suci hingga akhirnya tertarik juga menjadi biarawati. Akhirnya keluarganya menerima kenyataan bahwa seorang Thomas tidak dapat dipengaruhi. Mereka membebaskan Thomas dan membiarkan dia meneruskan panggilannya sebagai seorang biarawan Dominikan.
Untuk sementara Thomas belajar di Paris.ia kemudian melanjutkan studinya di Cologna, Jerman di bawah bimbingan Santo Albertus Magnus, seorang imam Dominikan yang terkenal pada waktu itu.

Di Cologna, Thomas ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1250. Pada tahun 1252 ia diangkat menjadi Professor Universitas Paris dan tinggal di biara Dominikan Santo Yakobus. Ia mengajar Kitab Suci dan lain-lainnya di bawah bimbingan seorang professor kawakan. Tak seberapa lama Thomas terkenal sebagai seorang pujangga yang tak ada bandingannya pada masa itu. Ia jauh melebihi Albertus Magnus pembimbingnya di Cologna dalam pemikiran dan kebijaksanaan.

Tulisan-tulisannya menjadi harta Gereja yang tak ternilai hingga saat ini. Taraf kemurnian hatinya tidak kalah dengan ketajaman akal budinya yang mengagumkan; kerendahan hatinya tak kalah dengan kecerdasan budi dan kebijaksanaannya. Oleh karena itu, Thomas diberi gelar Doctor Angelicus, yang berarti Pujangga Malaekat.
Pada tahun 1264, ia ditugaskan oleh Sri Paus Urbanus IV (1261 - 1264) untuk menyusun teks liturgi misa dan Ofisi pada pesta Sakramen Mahakudus. Lagu-lagu pujian (hymne) antara lainnya adalah Sacris Solemniis dan Lauda Sion menunjukkan keahliannya dalam sastra Latin dan Ilmu Ke-Tuhanan.

Dalam suatu penampakan, Yesus Tersalib mengatakan kepadanya Thomas engkau telah meulis sangat baik tentang diri-Ku. Balasan apakah yang kau inginkan daripada-Ku? Thomas menjawab: Tidak lain hanyalah diri-Mu.

Dalam perjalanannya untuk menghadiri Konsili Lyon, Prancis, Thomas meninggal dunia di Fossa Nuova pada tahun 1274.