TYM

TYM
BERKATNYA MELIMPAH

Senin, 03 Februari 2020

BANGUNLAH

Bacaan Injil:Mrk 5:21-43

Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!
Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu, datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia.Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau. Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya. Dengan sangat ia memohon kepada-Nya, “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati. Datanglah kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”Lalu pergilah Yesus dengan orang itu.Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sampai habislah semua yang ada padanya; namun sama sekali tidak ada faedahnya, malah sebaliknya: keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus. Maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”Sungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakit itu.
Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya,”Siapa yang menjamah jubah-Ku?”Murid-murid-Nya menjawab,”Engkau melihat sendiri bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu! Bagaimana mungkin Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?” Lalu Yesus memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Maka perempuan tadi menjadi takut dan gemetar sejak ia mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya.Maka ia tampil dan tersungkur di depan Yesus.Dengan tulus ia memberitahukan segala sesuatu kepada Yesus.Maka kata Yesus kepada perempuan itu,”Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata, “Anakmu sudah mati!Apa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?” Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat, “Jangan takut, percaya saja!” Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta,kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.Dan tibalah mereka di rumah kepala rumah ibadat,dan di sana Yesus melihat orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.Sesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu,”Mengapa kamu ribut dan menangis?Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”Tetapi mereka menertawakan Dia.
Maka Yesus menyuruh semua orang itu keluar.Lalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu,
dan mereka yang bersama-sama dengan Yesus masuk ke dalam kamar anak itu. Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya, “Talita kum,”yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. Dengan sangat Yesus berpesan kepada mereka,supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu,
lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
Demikianlah Injil Tuhan.

RENUNGAN
Apa yang Anda akan lakukan bila mengalami sakit yang tak tersembuhkan? Atau bila maut mengancam nyawa Anda atau nyawa orang yang Anda kasihi? Tidakkah Anda akan mengusahakan cara pengobatan tercanggih atau mendatangi dokter terbaik?
Yairus sudah mengusahakan semua yang terbaik demi anak perempuannya yang sakit dan hampir mati. Sampai akhirnya ia rela datang tersungkur di depan kaki Yesus. Tentu ini bukan hal mudah. Bagaimana mungkin seorang kepala rumah ibadat membutuhkan seorang guru keliling? Bukankah nama besar dan posisi terhormat biasanya membuat orang sulit merendahkan diri? Namun ia percaya bahwa Yesus dapat berbuat sesuatu. Dan imannya terbukti, anaknya yang sudah mati dipegang oleh Yesus dan dibangkitkan.
Demikian pula dengan perempuan yang sudah sakit pendarahan selama 12 tahun. Bahkan ia telah berulang kali diobati hingga hartanya habis (ayat 26). Tidak ada harapan lagi. Hingga tinggal satu pribadi yang kabarnya dapat menolong, yaitu Yesus. Mendatangi Yesus secara terbuka tidak mungkin dilakukan, karena hukum Perjanjian Lama memandang sakit yang demikian adalah najis. Namun harapan kesembuhan yang membara mendorong dia untuk memberanikan diri menjamah Tuhan Yesus, yang dipercaya dapat berbuat sesuatu. Dan akhirnya, ia disembuhkan.
Di sini kita melihat kedua orang itu datang kepada Pribadi yang tepat. Pribadi yang “memegang” dan “disentuh” itu lebih dari sekadar seorang manusia. Sesungguhnya Dia juga adalah Tuhan atas penyakit dan kematian. Kita perlu mengakui bahwa segala sumber pertolongan lain gagal untuk kita andalkan. Seperti bagi Yairus dan perempuan yang sakit pendarahan, bagi kita pun selalu ada harapan untuk sebuah pertolongan. Oleh karena itu, kita perlu menaruh percaya kita bulat-bulat hanya kepada Yesus, Tuhan yang berkuasa. Masalahnya, sudahkah kita datang kepada-Nya dan memohon pertolongan-Nya?
DOA: 
Tuhan Yesus, berbicaralah kepada hatiku pada hari ini. Berikanlah kepadaku telinga untuk mendengar Engkau dan mengenali arahan dari-Mu. Tolonglah aku agar mampu bertumbuh dalam iman yang aktif, penuh keyakinan, dan berani mengambil risiko. Aku menaruh kepercayaan pada kebaikan dan belas kasih-Mu. Amin.

Senin, 27 Januari 2020

YA TUHAN AKU DATANG MELAKUKAN KEHENDAKMU

TOMAS AQUINO



Thomas lahir di Aquino, dekat Monte Cassino, Italia pada tahun 1225. Keluarganya adalah sebuah keluarga bangsawan yang kaya raya. Ayahnya adalah Pangeran Landulph, berasal dari Aquino, sedang ibunya adalah Theodors, adalah putri bangsawan dari Teano.

Ketika berusia 5 tahun, Thomas dikirim pada para rahib Benediktin di biara Monte Cassino. Disana Thomas memperlihatkan suatu kepandaian yang luar biasa. Ia belajar dan tekun berefleksi serta tertarik pada segala sesuatu tentang Tuhan. Ketika berusia 14 tahun, Abbas Monte Cassino, yang kagum akan kepintaran Thomas mengirimnya ke Universitas Napoli.

Di Universitas itu, Thomas berkembang pesat dalam pelajaran filsafat, logika, retorik, musik dan matematika. Ia bahkan jauh lebih pintar dari guru gurunya pada masa itu. Di Napoli, untuk pertama kalinya ia bertemu dengan karya karya Aristoteles yang sangat mempengaruhi pandangan pandangannya di kemudian hari.

Thomas yang tetap menjauhi semangat duniawi dan korupsi yang merajalela di Napoli, segera memutuskan untuk menjalani kehidupan membiara. Ia tertarik pada corak hidup dan karya pelayanan para biarawan Ordo Dominikan yang tinggal di sebuah biara dekat kampus universitas tempat ia belajar. VERITAS (kebenaran) yang menjadi motto bagi para Biarawan Dominikan sangat menarik perhatian Thomas. Keluarganya berusaha menghalang halangi dia agar tidak menjadi seorang biarawan Dominikan. Mereka lebih suka kalau Thomas menjadi seorang biarawan Benediktin di biara Monte Cassino. Untuk itu berkat pengaruh keluarganya, dia diberi kedudukan sebagai Abbas di biara Monte Cassino. Tetapi Thomas dengan gigih menolak hal itu. Agar bisa terhindar dari campur tangan keluarganya, ia pergi ke Paris untuk melanjutkan studi. Tetapi di tengah jalan, ia ditangkap oleh kedua kakaknya dan dipenjarakan di Rocca Secca selama 2 tahun. Selama berada di penjara itu, keluarganya memakai berbagai cara untuk melemahkan ketetapan hatinya. Meskipun demikian, Thomas tetap teguh pada pendirian dan panggilannya.

Di dalam penjara itu, Thomas menceritakan rahasianya kepada seorang sahabat, bahwa ia telah mendapat rahmat istimewa. Ia telah berdoa meminta kemurnian budi dan raga pada Tuhan. Dan Tuhan mengabulkan permohonannya dengan mengutus dua orang malaekat untuk meneguhkan dia dan membantunya agar tidak mengalami cobaan-cobaan yang kotor dan berat.

Selama berada di penjara, Thomas di ijinkan membaca buku-buku rohani dan terus menerus mengenakan jubah Ordo Dominikan. Ia menggunakan waktunya untuk mempelajari Kitab Suci, Metafisika Aristotelesdan buku-buku dari Petrus Lombardia. Ia sendiri membimbing saudarinya dalam merenungkan Kitab Suci hingga akhirnya tertarik juga menjadi biarawati. Akhirnya keluarganya menerima kenyataan bahwa seorang Thomas tidak dapat dipengaruhi. Mereka membebaskan Thomas dan membiarkan dia meneruskan panggilannya sebagai seorang biarawan Dominikan.
Untuk sementara Thomas belajar di Paris.ia kemudian melanjutkan studinya di Cologna, Jerman di bawah bimbingan Santo Albertus Magnus, seorang imam Dominikan yang terkenal pada waktu itu.

Di Cologna, Thomas ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1250. Pada tahun 1252 ia diangkat menjadi Professor Universitas Paris dan tinggal di biara Dominikan Santo Yakobus. Ia mengajar Kitab Suci dan lain-lainnya di bawah bimbingan seorang professor kawakan. Tak seberapa lama Thomas terkenal sebagai seorang pujangga yang tak ada bandingannya pada masa itu. Ia jauh melebihi Albertus Magnus pembimbingnya di Cologna dalam pemikiran dan kebijaksanaan.

Tulisan-tulisannya menjadi harta Gereja yang tak ternilai hingga saat ini. Taraf kemurnian hatinya tidak kalah dengan ketajaman akal budinya yang mengagumkan; kerendahan hatinya tak kalah dengan kecerdasan budi dan kebijaksanaannya. Oleh karena itu, Thomas diberi gelar Doctor Angelicus, yang berarti Pujangga Malaekat.
Pada tahun 1264, ia ditugaskan oleh Sri Paus Urbanus IV (1261 - 1264) untuk menyusun teks liturgi misa dan Ofisi pada pesta Sakramen Mahakudus. Lagu-lagu pujian (hymne) antara lainnya adalah Sacris Solemniis dan Lauda Sion menunjukkan keahliannya dalam sastra Latin dan Ilmu Ke-Tuhanan.

Dalam suatu penampakan, Yesus Tersalib mengatakan kepadanya Thomas engkau telah meulis sangat baik tentang diri-Ku. Balasan apakah yang kau inginkan daripada-Ku? Thomas menjawab: Tidak lain hanyalah diri-Mu.

Dalam perjalanannya untuk menghadiri Konsili Lyon, Prancis, Thomas meninggal dunia di Fossa Nuova pada tahun 1274.

Minggu, 26 Januari 2020

KATA-KATA BIJAK (R.Slamet Widiantono)

R

KATA-KATA BIJAK (R.Slamet Widiantono)


KATA-KATA BIJAK (R.Slamet Widiantono)

KASIH
Sebuah Kata yang sederhana 
namun tidak mudah diwujudnyatakan 
apalagi bila diri dalam keadaan kesepian.

Minggu, 12 Januari 2020

Kalender Liturgi Bulan Januari 2020


1 Januari 2020
HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH,
Hari Perdamaian Sedunia.
Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21.
BcO Ibr. 2:9-17.
warna liturgi Putih
               
2 Januari 2020
Peringatan Wajib
St. Basilius Agung dan Gregorius dr Nazianze
1Yoh. 2:22-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 1:19-28;
BcO Kid. 4:1-5:1.
warna liturgi Putih
               
3 Januari 2020   
Fulgensius, Kuriakos Elias Chavara
1Yoh. 2:29-3:6; Mzm. 98:1,3cd-4,5-6; Yoh. 1:29-34.
BcO Kid. 5:2-6:2.
warna liturgi Putih
               
4 Januari 2020   
Hari Biasa Masa Natal
1Yoh. 3:7-10; Mzm. 98:1,7-8,9; Yoh. 1:35-42.
BcO Kid. 6:3-7:10.
warna liturgi Putih

5 Januari 2020   
HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN,
Hari Anak Misioner Sedunia
Yes. 60:1-6; Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13; Ef. 3:2-3a,5-6; Mat. 2:1-12.
BcO Yes. 60:1-22.
warna liturgi Putih
               
6 Januari 2020   
Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan
1Yoh. 3:22-4:6; Mzm. 2:7-8,10-11; Mat. 4:12-17,23-25.
BcO Yes. 54:1-17.
warna liturgi Putih
               
7 Januari 2020   
Raimundus dari Penyafort
1Yoh. 4:7-10; Mzm. 72:2,3-4ab,7-8; Mrk. 6:34-44.
BcO Yes. 55:1-13.
warna liturgi Putih
               
8 Januari 2020   
Petrus Tomas
1Yoh. 4:11-18; Mzm. 72:1-2,10-11,12-13; Mrk. 6:45-52.
BcO Yes. 56:1-8.
warna liturgi Putih
               
9 Januari 2020   
Andreas Korsini
1Yoh. 4:19-5:4; Mzm. 72:2,14,15bc,17; Luk. 4:14-22a.
BcO Yes. 59:15-21.
warna liturgi Putih
               
10 Januari 2020 
Gregorius Nissa, Gulielmus Bituricensis
1Yoh. 5:5-13; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; Luk. 5:12-16.
BcO Bar. 4:5-29.
warna liturgi Putih
               
11 Januari 2020 
Hari biasa sesudah Penampakan Tuhan
1Yoh. 5:14-21; Mzm. 149:1-2,3-4,5,6a,9b; Yoh. 3:22-30.
BcO Bar. 4:30-5:9.
warna liturgi Putih

12 Januari 2020 
Pesta Pembaptisan Tuhan
Yes. 42:1-4,6-7; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Kis. 10:34-38; Mat. 3:13-17.
BcO Yes. 42:1-9; 49:1-9.
warna liturgi Putih
               
13 Januari 2020 
St. Hilarius
1Sam. 1:1-8; Mzm. 116:12-13,14,17,18-19; Mrk. 1:14-20.
BcO Kej. 1:1-2:4a.
warna liturgi Putih
               
14 Januari 2020 
Hari Biasa
1Sam. 1:9-20; MT. 1Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd; Mrk. 1:21b-28.
BcO Kej. 2:4b-25.
warna liturgi Hijau
               
15 Januari 2020 
Hari Biasa
1Sam. 3:1-10,19-20; Mzm. 40:2,5,7-8a,8b-9,10; Mrk. 1:29-39.
BcO Kej. 3:1-24.
warna liturgi Hijau
               
16 Januari 2020 
Hari Biasa
1Sam. 4:1-11; Mzm. 44:10-11,14-15,24-25; Mrk. 1:40-45.
BcO Kej. 4:1-24.
warna liturgi Hijau
               
17 Januari 2020 
Peringatan Wajib St. Antonius
1Sam. 8:4-7,10-22a; Mzm. 89:16-17,18-19; Mrk. 2:1-12.
BcO Kej. 6:5-22; 7:17-24.
warna liturgi Putih
               
18 Januari 2020
Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani
1Sam. 9:1-4,17-19; 10:1a; Mzm. 21:2-3,4-5,6-7; Mrk. 2:13-17.
BcO Kej. 8:1-22.
warna liturgi Hijau

19 Januari 2020 
Hari Minggu Biasa II, Hari kedua Pekan Doa Sedunia.
Yes. 49:3,5-6; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10; 1Kor. 1:1-3; Yoh. 1:29-34.
BcO Kej. 9:1-17.
warna liturgi Hijau
               
20 Januari 2020
St. Fabianus, St. Sebastianus
1Sam. 15:16-23; Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23; Mrk. 2:18-22.
BcO Kej. 11:1-26.
warna liturgi Hijau
               
21 Januari 2020 
Peringatan Wajib St. Agnes, Hari keempat Pekan Doa Sedunia.
1Sam. 16:1-13; Mzm. 89:20,21-22,27-28; Mrk. 2:23-28;
BcO Kej. 12:1-9; 13:2-18.
warna liturgi Merah
               
22 Januari 2020 
St. Vinsensius, Hari kelima Pekan Doa Sedunia.
1Sam. 17:32-33,37,40-51; Mzm. 144:1,2,9-10; Mrk. 3:1-6.
BcO Kej. 14:1-24.
warna liturgi Hijau
               
23 Januari 2020
Hari keenam Pekan Doa Sedunia.
1Sam. 18:6-9; 19:1-7; Mzm. 56:2-3,9-10a,10bc-11,12-13; Mrk. 3:7-12.
BcO Kej. 15:1-21.
warna liturgi Hijau
               
24 Januari 2020 
Peringatan Wajib St. Fransiskus dr Sales
1Sam. 24:3-21; Mzm. 57:2,3-4,6,11; Mrk. 3:13-19;
BcO Kej. 16:1-16.
warna liturgi Putih
               
25 Januari 2020
Pesta Bertobatnya St. Paulus, Penutupan Pekan Doa Sedunia.
Kis. 22:3-16 atau Kis. 9:1-22; Mzm. 117:1,2; Mrk. 16:15-18.
BcO Gal. 1:11-24.
warna liturgi Putih

26 Januari 2020 
Hari Minggu Biasa III
Yes. 8:23b - 9:3; Mzm. 27:1,4,13-14; 1Kor. 1:10-13,17; Mat. 4:12-23 atau Mat. 4:12-17
BcO Kej. 18:1-33.
warna liturgi Hijau
               
27 Januari 2020 
St. Angela Merici
2Sam. 5:1-7,10; Mzm. 89:20,21-22,25-26; Mrk. 3:22-30.
BcO Kej. 19:1-17,23-29.
warna liturgi Putih
               
28 Januari 2020 
Peringatan Wajib St. Tomas Aquino
2Sam. 6:12b-15,17-19; Mzm. 24:7,8,9,10; Mrk. 3:31-35;
BcO Kej. 21:1-21.
warna liturgi Putih
               
29 Januari 2020 
Hari Biasa
2Sam. 7:4-17; Mzm. 89:4-5,27-28,29-30; Mrk. 4:1-20.
BcO Kej. 22:1-19.
warna liturgi Hijau
               
30 Januari 2020 
Hari Biasa
2Sam. 7:18-19,24-29; Mzm. 132:1-2,3-5,11,12,13-14; Mrk. 4:21-25.
BcO Kej. 24:1-27.
warna liturgi Hijau
               
31 Januari 2020 
Peringatan Wajib St. Yohanes Bosko
2Sam. 11:1-4a,5-10a,13-17; Mzm. 51:3-4,5-6a,6bc-7,10-11; Mrk. 4:26-34;
BcO Kej. 24:33-41,49-67.
warna liturgi Putih

Kamis, 09 Januari 2020

Merayakan Natal Waktu Itu















Kamis, 02 Januari 2020

Waktu penyelamatan sempit,Luk 13:22-30

“Orang modern terkenal dengan kesibukan dan jadwal yang padat. Sampai-sampai mereka tidak memiliki waktu untuk menunda pekerjaan. Akan tetapi, untuk hal rohani, justru kebalikannya”. Apakah pernyataan ini dapat dibenarkan? Inilah tantangan buat kita, orang-orang Kristen yang hidup pada zaman modern sekarang ini. Kesempatan untuk mendapatkan keselamatan tidak selalu ada, dan kita juga tidak mengetahui kapan kesempatan itu berakhir.
Atas pertanyaan mengenai jumlah orang yang diselamatkan, Yesus menjawab justru dengan menyingkapkan urgensi waktu. Pintu sempit menyebabkan orang harus berjuang dan berdesak-desakan dengan orang lain untuk memasukinya. Jangan menunda-nunda mengambil keputusan.
Sikap menunda orang Yahudi disebabkan oleh keyakinan bahwa mereka sudah pasti akan masuk Kerajaan Allah, sehingga tidak merasa urgensinya untuk mengambil keputusan. Padahal, Yesus berkata, “Aku tidak tahu dari mana kamu datang.” Mereka tidak dikenal Yesus oleh karena mereka tidak memilih untuk mengenal Dia. Oleh sebab itu banyak kejutan akan terjadi. Orang yang menyangka akan masuk ke Kerajaan Allah justru ditolak, sedangkan orang-orang yang mereka cap kafir tetapi memiliki Yesus akan menikmatinya bersama dengan para orang saleh Perjanjian Lama (ayat 29-30).
Yesus sendiri menyadari urgensi di dalam pelayanan-Nya. Ia berkata, hari ini dan esok adalah untuk melayani, karena hari ketiga Dia harus mati untuk menyelamatkan umat manusia (ayat 32-33). Yesus menangisi Yerusalem yang menolak untuk menerima dan percaya kepada-Nya. Maka mereka hanya akan menyaksikan peristiwa salib tanpa dapat menikmati khasiatnya.
Bila Saudara belum atau tidak merasa perlu mengambil keputusan mengenai keselamatan Saudara, sekaranglah saat yang tepat.
DOA: Tuhan Yesus, Engkau mengatakan bahwa Engkau selalu melakukan kehendak Bapa surgawi. Kami percaya, bahwa kami membutuhkan disiplin-diri guna mengembangkan karakter kami sebagai murid-murid-Mu yang sejati, agar dengan demikian kami pun mampu masuk melalui pintu yang sempit yang akan membawa kami ke dalam Kerajaan Allah. Amin.

Hasrat untuk Memuji, Mazmur 33:1.12.18-19.20.22

Sukacita, keriangan, hasrat, dan antusiasme untuk memuji Tuhan yang disertai dengan pemahaman yang benar, mungkin secara perlahan mulai tergeser dari kehidupan ibadah kita. Perayaan dan sukacita dalam ibadah adakalanya menjadi sesuatu yang dipandang tabu ataupun sebaliknya diubah menjadi sarana hiburan semata. Tidaklah demikian dengan Mazmur 33 yang digunakan dalam ritual puji-pujian kepada Allah Israel ini. Mazmur ini merupakan suatu ajakan bagi kita untuk memuji Tuhan dengan pemahaman yang benar dan penuh semangat.
Secara khusus Mazmur ini bertujuan memproklamasikan, mengajarkan serta menguatkan keyakinan orang-orang benar untuk mempercayai Tuhan. Melalui Mazmur ini kita dibimbing untuk mengungkapkan kesetiaan, keadilan, hukum, dan kasih setia Tuhan (ayat 4-5) dalam pujian yang penuh sorak-sorai dengan iringan musik yang dipetik baik-baik (ayat 1-3). Alasan dari ajakannya terdapat dalam lirik-liriknya yang berbicara tentang kekuasaan Tuhan atas seluruh alam semesta (ayat 6), bangsa-bangsa (ayat 10-12), dan umat manusia (ayat 13-17). Ia memenuhi bumi dengan kasih setia-Nya; Ia memandang dari sorga, melihat semua anak manusia, menilik seluruh penduduk bumi dari tempat kediaman-Nya, dan mengarahkan pandangan mata-Nya secara khusus “kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan” (ayat 13,14,18). Tiada kekuasaan, kekuatan, dan ketangkasan lain yang jadi tumpuan (ayat 16-17). Karena hanya Dialah, yang layak menerima pujian “sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya”, Ia layak menjadi tumpuan doa kita: “Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu” (ayat 21- 22).
Renungkan: Pemazmur menaikkan pujian bukan hanya sebagai pelengkap dan bagian dari ritual ibadah yang dilakukannya. Pujian yang dinyanyikannya dengan penuh semangat merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pemahaman-Nya tentang Tuhan. Sudahkah kita memuji Tuhan dengan hasrat, pemahaman, dan penjiwaan akan karakter serta karya Allah yang dikerjakan bagi kita? Marilah kita menaikkan pujian kepada Tuhan dengan penuh antusias dan semangat dengan pemahaman yang benar tentang karakter-Nya.

Orientasi Hidup, Luk 12:13-21

Ketamakan bukan hanya masalah orang yang berkuasa. Orang miskin dan tidak memiliki kuasa juga bisa salah dalam menyikapi harta karunia Tuhan dalam hidupnya. Ketamakan orang berkuasa menimbulkan tindak korupsi, ketamakan orang miskin menghalalkan pencurian. Semuanya didasari sikap hidup yang mengandalkan harta lebih daripada percaya kepada Tuhan. Berlawanan dengan sikap hidup demikian, Tuhan Yesus mengajar orang beriman untuk percaya pada pemeliharaan Allah di dalam hidup.
Tantangan Tuhan Yesus agar orang menjual segala milik dan memberikan sedekah (33) adalah jawaban radikal agar orang bisa lepas dari belenggu harta yang menghalangi orang mendapatkan Kerajaan Allah yang kekal. Di sisi lain itu adalah berita sukacita karena bagi orang miskin Kerajaan Allah itu telah diberikan (32). Contoh burung gagak, bunga bakung dan rumput liar di padang menunjukkan bagaimana alam ciptaan sudah diperlengkapi dengan segala kecukupan dan keindahan untuk kelestarian kehidupannya.
Ketamakan manusia yang menimbun kekayaan menimbulkan distribusi yang tidak merata, ketidakadilan, iri hati, dan sekalipun kaya disebut bodoh. Dalam nas ini kebodohan itu dinampakkan dalam masalah pembagian warisan (13), yang memperlihatkan adanya keinginan untuk memiliki lebih daripada yang dibutuhkan. Pesan ini terasa lebih berbicara pada zaman itu karena adanya ketimpangan sosial di antara orang miskin dan tertindas oleh penjajahan Romawi yang merupakan kelompok mayoritas, dan kalangan kaya yang berkolusi dengan penguasa dan agamawan.
Orientasi hidup yang mengandalkan Tuhan akan membuahkan sikap hidup yang berlawanan dari yang mengandalkan harta. Tuhan tahu bahwa kita memerlukan harta untuk hidup tetapi menghendaki agar kita mencari Kerajaan Allah terlebih dahulu. Orientasi hidup yang mendahulukan keamanan hidup pada harta dan bukan kepada Allah dan Kerajaan-Nya adalah ketamakan dan kebodohan!
DOA: Tuhan Yesus, bebaskanlah diriku dari keinginan untuk memiliki harta kekayaan dunia sebanyak-banyaknya, sehingga dengan demikian aku dapat mengenal dan mengalami sukacita karena mempunyai Engkau sebagai harta kekayaanku. Anugerahkanlah kepadaku sebuah hati yang pemurah. Tolonglah aku agar dapat menggunakan dengan baik segala berkat-berkat materiil yang telah Engkau anugerahkan kepadaku untuk kemuliaan-Mu dan kebaikan bagi orang-orang lain, teristimewa mereka yang membutuhkan pertolongan. Amin.

Lagu Lepas Tahun Lama sambut Tahun yang Baru


Sambut Tahun 2020